logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Flashback Bulutangkis Laga Seru Final Kejuaraan Dunia 1983, Liem Swie King Vs Icuk Sugiarto

News16 April 2020
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 17:56 WIB
Diterbitkan 16 Apr 2020, 23:50 WIB
Copy Link
Batalkan

- Bagi yang belum lahir saat laga final Kejuaraan Dunia 1983 untuk nomor partai tunggal putra yang mempertemukan dua wakil Indonesia, kemungkinan besar akan dibuat terkagum-kagum. Kedua wakil tersebut adalah Liem Swie King yang menghadapi Icuk Sugiarto. Mari kita lihat sejenak untuk menjadi bahan flashback bulutangkis kali ini. Memang tak bisa dipungkiri, Liem Swie King dan Icuk Sugiarto adalah legenda sejati sebelum era Susy Susanti atau Ricky Subagja / Rexy Mainaky. Kita bisa melihat dahsyatnya smash dari seorang Liem Swie King dan kehebatan Icuk Sugiarto yang memiliki ketenangan dan pertahanan yang baik. Hal-hal tersebut yang membuat partai final itu sangat menarik dan seru disaksikan. Apalagi, pertandingan yang digelar di Copenhagen, Denmark, tersebut berlangsung dalam tiga gim. Gim pertama, Icuk menang 15-8. King membalas pada gim kedua dengan 15-12. Pada gim penentuan, Icuk menang dengan 17-16. Kala itu, Icuk berusia 20 tahun, sedangkan King berumur 27 tahun. King sudah menjuarai banyak kejuaraan, sedangkan Icuk adalah sosok semacam wonderkid Indonesia yang baru. Serunya pertandingan di atas, selain permainan yang mengagumkan dari Liem Swie King dan Icuk Sugiarto, adalah sistem poin yang masih menggunakan sistem tradisional. Poin tertinggi dalam setiap gim adalah 15. Lalu, setiap pemain baru bisa menambah poin demi poin, bila ia adalah pemain yang mendapat servis. Jadi bagi yang terbiasa dengan sistem poin reli, harus bersabar ketika menonton laga Icuk vs King di atas. Buat yang sudah tidak sabar dengan pertandingan flashback bulutangkis kali ini, final tunggal putra Kejuaraan Dunia 1983, Liem Swie King vs Icuk Sugiarto, dapat langsung melihat tayangan video di atas dari Badminton World Federation (BWF) di Vidio.

  • berita video
  • Icuk Sugiarto
  • Liem Swie King
  • Kejuaraan Dunia
  • flashback bulutangkis
  • news06:20
    Iran Siaga Penuh dan Ancam Amerika Serikat | Banjir Kepung Pandeglang
    News2 hari yang lalu
  • news05:27
    Tatapan Bang Yos Lihat Tiang Monorel Dibongkar | Purbaya Mutasi Buang Pegawai Pajak ke Pelosok
    News2 hari yang lalu
  • news09:07
    Permohonan Anak Jurnalis ke Hakim MK Sidang Gugatan UU TNI: Api Telah Renggut Keluarga Saya
    News2 hari yang lalu
  • news08:52
    Tangis Anak Jurnalis Sidang Uji Materi UU TNI di MK, Curhat Sang Ayah Tewas Dihabisi
    News2 hari yang lalu
  • news08:07
    Geram DPR Gerindra Serukan Lawan Oknum Aparat TNI-Polri: Mari Kita Keroyok Sama-Sama!
    News2 hari yang lalu
  • news01:49
    Bahlil Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Akademisi: Kampus Bisa Terima Manfaat Pengelolaan Tambang
    News2 hari yang lalu
  • news09:46
    [Full] Isi Pertemuan Prabowo & 1.200 Akademisi di Istana, Rektor-Guru Besar Ada Permintaan Khusus
    News2 hari yang lalu
  • news09:30
    Rieke Oneng Ungkit Kisah Pilu Aurelie di Rapat DPR, Desak Pelaku Dihukum Setimpal
    News2 hari yang lalu
  • news03:16
    Pilu Tangis Laras Faizati Usai Divonis Salah Tanpa Dibui: Saya Pulang, Tapi Keadilan..
    News2 hari yang lalu
  • news04:36
    Langka, Ajang Amal Kumpulkan Mobil Super Mewah!
    News2 hari yang lalu