logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

VIDEO: Bercerai, Pria di Probolinggo Teror Mantan Istrinya dengan Petasan

News23 November 2019
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 15:48 WIB
Diterbitkan 23 Nov 2019, 17:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Diduga sakit hati dan jengkel telah digugat cerai mantan istrinya, seorang pria di Kota Probolinggo, Jawa Timur, melempar petasan berukuran jumbo ke rumah mantan istrinya. Namun sialnya, petasan justru meledak ditangannya sendiri, hingga mengakibatkan telapak tangannya terluka parah. Di ruang Resusitasi IGD RSU dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo, seorang pria berinisial UAP menjalani perawatan intensif karena luka serius di telapak tangannya. Laporan yang diterima tim medis pihak rumah sakit, luka yang dialaminya itu akibat petasan berukuran jumbo, yang meledak di tangannya sendiri. Hampir seluruh jari tangan putus dan telapak tangannya hancur. Pihak medis RSU dr. Mohammad Saleh, kini masih menunggu hasil analisa dokter ortopedi untuk mengambil tindakan lanjutan berupa amputasi. Berikut seperti diberitakan pada Fokus, 21 November 2019. Peristiwa meledaknya petasan jumbo, terjadi tepat di depan rumah SMH mantan istrinya, di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rabu dini hari. Saat didekati, beberapa orang penghuni rumah dan warga sekitar hanya mendapati bekas ledakan dan sebuah sepeda motor berlumuran darah tanpa pemiliknya. Mereka pun langsung melapor ke Mapolsek Kademangan. SMH rupanya curiga jika ledakan petasan itu merupakan bentuk teror terhadap dirinya, karena sudah dua kali terjadi. Dirinya menuduh pelaku teror adalah mantan suaminya, karena sakit hati setelah digugat cerai olehnya. Identitas korban ledakan petasan sekaligus pelaku teror terungkap, saat sejumlah anggota Polantas yang sedang berjaga di pos Lantas Pilang, tiba-tiba didatangi seorang pria dengan kondisi terluka, yang meminta anggota Polantas mengantarnya ke rumah sakit. Proses penyelidikan kasus ini, menunggu membaiknya kondisi korban ledakan yang hingga Rabu sore, masih menjalani perawatan intensif di RSU dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo.

  • Probolinggo
  • Berita Surabaya
  • Petasan Meledak
  • biro surabaya
  • resusitasi
  • petasan jumbo
  • meneror mantan istri
  • petasan meledak di tangan
  • news07:48
    Buaya Liar Serang Lansia di Palembang, Dilawan Pakai Gayung
    News4 jam yang lalu
  • news11:14
    Detik Detik Wali Kota Bekasi Diancam Warga Pakai Senjata Tajam
    News5 jam yang lalu
  • news05:30
    Noel Bocorkan Dugaan Parpol Terlibat Pemerasan K3 | Perahu Sound Horeg Jatuh ke Sungai
    News19 jam yang lalu
  • news07:39
    Menkeu Purbaya Kejutkan DPR, Miris Bayangkan Pasien Cuci Darah Tapi PBI JKN Dinonaktifkan
    News21 jam yang lalu
  • news07:05
    Menohok Rieke PDIP Tanya Purbaya Ribut BPJS Kesehatan PBI JKN: Negara Kita Kategori Apa?
    News21 jam yang lalu
  • news05:07
    Purbaya Jawab Kemenkes Disebut Lambat Cairkan Dana Bayar PBI-JK: Uang Saya Banyak...
    News21 jam yang lalu
  • news08:20
    Mahkamah Agung Kecewa Hakim di Depok Kena OTT KPK: Mencoreng Kehormatan
    News21 jam yang lalu
  • news11:22
    Purbaya Emosi Lihat Menteri di Kanan Kiri Kasus PBI JKN Dinonaktifkan: Konyol, Saya Rugi!
    News21 jam yang lalu
  • news06:52
    Diungkap Istana, Pesan Penting Presiden Prabowo Saat Kumpulkan Jenderal TNI Polisi
    Newssehari yang lalu
  • news01:14
    Unik! Karya Seni "Raksasa Hijau" di Finlandia yang Bagai Diselimuti Lumut
    Newssehari yang lalu