logo
Video Terbaru
  • HOME
  • NEWS
  • SHOWBIZ
  • BOLA
  • HEALTH
  • BISNIS
  • CITIZEN6
  • GLOBAL
  • TEKNO
  • LIFESTYLE
  • OTOMOTIF
  • REGIONAL
logo
  • Home
  • News
  • Showbiz
  • Bola
  • Health
  • Bisnis
  • Citizen6
  • Global
  • Tekno
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Regional
logoTrustworthyIFCN
KontakRedaksiDisclaimerKode EtikPedoman Media SiberSitemapForm PengaduanTentang KamiKarirMetode Cek FaktaHak Jawab dan Koreksi Berita
  • Liputan6
  • Merdeka
  • Bola.com
  • Bola.net
  • Fimela
  • Kapanlagi.com
  • Brilio
Connect with us

Copyright © 2026 Liputan6.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.

Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Bantah Adanya Temuan Desa Fiktif

News19 November 2019
L
OlehLiputan6
Diperbaharui 22 Sep 2025, 18:54 WIB
Diterbitkan 19 Nov 2019, 22:05 WIB
Copy Link
Batalkan

Setelah polemik tiga desa fiktif di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara pada 12 November lalu, muncul satu nama desa lagi yang diduga tak memenuhi unsur sebagai sebuah desa yang layak menerima dana desa. Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (19/11/2019), namanya Desa Lerehoma yang berada di Kecamatan Anggaberi. Sebagian wilayahnya perkebunan kelapa sawit. Hanya ada 30 kepala keluarga yang bermukim. Tak ada kantor desa. Satu-satunya fasilitas publik di sana hanya sebuah masjid sederhana yang baru berusia setahun. Desa Lerehoma yang dibentuk berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2011, diketahui menerima dan mengelola dana desa pada 2017 dan 2018. Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Senin, 18 November 2019 siang menegaskan, telah melakukan penelusuran di Konawe. Hasilnya, tak ada desa fiktif. Dari 56 desa penerima dana, 34 telah memenuhi syarat. Sementara, 18 lainnya masih harus membenahi administrasi. "Pertama, desa tersebut ada dan tidak fiktif. Kemudian yang kedua, kami cek juga dana desa yang digelontorkan di 56 desa tadi sekitar 113 miliar, ternyata khusus bagi empat desa sekitar Rp 9 miliarternyata itu baru dipakai sekitar 47 persen, yang 53 persen, Rp 4 sekian miliat belum dipakai," jelas Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Nata Irawan. Sementara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memerintahkan semua kepala daerah melakukan verifikasi ulang di wilayah masing-masing. "Nantinya akan kita minta kepada semua daerah untuk melakukan verifikasi tentang desa di daerah masing-masing, karena macam-macam desanya, ada yang desanya hilang seperti kasus Lapindo, itu tempatnya hilang, teritorynya hilang. Tapi petugasnya masih ada, masyarakatnya masih ada, tapi tidak tinggal disitu. Masih diberikan anggaran desa karena desanya ada,"" ucap Tito. Tito Karnavian akan bekerjasama dengan Menteri Keuangan dan Menteri Desa untuk merampungkan masalah desa fiktif.

  • Kemendagri
  • Liputan6SCTV
  • Liputan6 Pagi
  • Program TV News
  • desa fiktif
  • dana desa fiktif
  • news06:20
    Iran Siaga Penuh dan Ancam Amerika Serikat | Banjir Kepung Pandeglang
    News2 hari yang lalu
  • news05:27
    Tatapan Bang Yos Lihat Tiang Monorel Dibongkar | Purbaya Mutasi Buang Pegawai Pajak ke Pelosok
    News2 hari yang lalu
  • news09:07
    Permohonan Anak Jurnalis ke Hakim MK Sidang Gugatan UU TNI: Api Telah Renggut Keluarga Saya
    News2 hari yang lalu
  • news08:52
    Tangis Anak Jurnalis Sidang Uji Materi UU TNI di MK, Curhat Sang Ayah Tewas Dihabisi
    News2 hari yang lalu
  • news08:07
    Geram DPR Gerindra Serukan Lawan Oknum Aparat TNI-Polri: Mari Kita Keroyok Sama-Sama!
    News2 hari yang lalu
  • news01:49
    Bahlil Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Akademisi: Kampus Bisa Terima Manfaat Pengelolaan Tambang
    News2 hari yang lalu
  • news09:46
    [Full] Isi Pertemuan Prabowo & 1.200 Akademisi di Istana, Rektor-Guru Besar Ada Permintaan Khusus
    News2 hari yang lalu
  • news09:30
    Rieke Oneng Ungkit Kisah Pilu Aurelie di Rapat DPR, Desak Pelaku Dihukum Setimpal
    News2 hari yang lalu
  • news03:16
    Pilu Tangis Laras Faizati Usai Divonis Salah Tanpa Dibui: Saya Pulang, Tapi Keadilan..
    News2 hari yang lalu
  • news04:36
    Langka, Ajang Amal Kumpulkan Mobil Super Mewah!
    News2 hari yang lalu