Quraish Shihab: Beristighfar Supaya Allah SWT Menutupi Dosa dan Mengobati Hati Kita

Quraish Shihab: Beristighfar Supaya Allah SWT Menutupi Dosa dan Mengobati Hati Kita

Bismillahirrahmanirrahim, para pemirsa Mutiara Hati, kita akan berbicara tentang Istighfar. Diriwayatkan bahwa Rasul SAW beristighfar tidak kurang dari 70 kali dalam sehari.

Kata 70 itu bukan angka di atas 69 atau di bawah 71, akan tetapi 70 berarti banyak kali Beliau beristighfar. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Istighfar itu ? Istighfar terambil dari kata ghafara, paling tidak mempunyai dua makna. Yang pertama, menutup dan yang kedua, mengobati. Ada tumbuhan yang dijadikan obat, itu dilukiskan dengan akar kata ghafara. Allah Ghaffar, berarti Allah menutupi. Istighfar berarti memohon supaya Allah menutupi.

Prof. Quraish Shihab menerangkan lebih lanjut, apa yang ditutupi Allah ? Adapun Imam Ghazali berkata banyak yang ditutupi Allah. Mari kita lihat, yang pertama sisi dalam kita, isi perut kita, itu ditutupi Allah, sungguh buruk itu bila nampak. Yang kedua, isi hati kita, dengki, takabur, dan lain-lain, Allah tutupi. Orang tidak tahu bahwa kita mendengki orang lain, karena Allah menutupi kedengkian itu. Kemudian yang ketiga, Allah menutupi dosa kita, dan itulah yang dimaksud di sini. Ya Allah, tutupilah dosaku.

Kalau kita mengartikan Ghaffar itu dalam arti mengobati, itu berarti bahwa kita mengidap penyakit yang melahirkan kedurhakaan, maka hati yang sakit ini kita memohon kiranya Allah menutupi dalam arti mengobatinya, sehingga penyakit-penyakit yang mengidap di hati kita itu tersembuhkan oleh permohonan Istighfar ini.

Saudara pemirsa, Allah Ghafar, Allah Ghafur, Allah Ghafir, demikian beraneka ragam istilah yang digunakan Allah untuk menggambarkan betapa Dia Maha Menutupi dan betapa Dia Maha Mengobati.

Oleh karena itu, dinyatakan-Nya beristighfarlah, mohonlah agar Allah bukan saja mengampuni, menutupi dosa-dosa itu sehingga tidak tahu dosa kita, namun juga Allah mengobati hati kita. Dan hati kita menjadi bersih. Hati yang selalu dekat kepada Allah. Serta hati yang selalu mengingat Allah Swt dalam setiap kegiatan kita.

Sesuai janji Allah, siapa yang bertobat, yang beristighfar, dan beramal sholeh, maka itulah orang yang dinamai bertobat dan hendaknya setiap meninggalkan suatu pekerjaan yang buruk, maka tinggalkanlah itu karena niat mengikuti tuntunan Allah swt yang tidak menyenangi perbuatan itu.

Orang yang bertobat, orang yang beristighfar, mereka itulah yang oleh Al-Qur'an dinyatakan yubaddilullahu sayyi atihim hasanat, Allah menukar dosa-dosanya itu menjadi kebajikan-kebajikan, karena Istighfar dan tobatnya yang pertama telah menghapus dosa-dosanya dan Istighfar yang kedua, ketiga dan keempat itu tercatat sebagai amalan kebajikan.

Pada akhir kajian ini, Prof. Quraish Shihab berpesan, itulah antara lain keistimewaan dari Istighfar dan karena itu dianjurkan agar senantiasa melakukan Istighfar, kapan dan di mana saja.

Ringkasan

Oleh Didi N pada 12 April 2023, 14:00 WIB

Video Terkait

Spotlights