Tegas Jokowi soal Roy Suryo & Dokter Tifa Ditangkap Polisi: Saya Akan Hadir Bawa Ijazah Asli
Presiden ke-7 Joko Widodo Jokowi buka suara terkait penangkapan Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tuassuma alias dokter Tifa oleh kepolisian, Jumat (19/6). Jokowi menegaskan akan menghormati proses hukum yang berjalan hingga putusan pengadilan. "Ya kita ikuti proses hukum yang ada sampai nanti di sidang pengadilan," ujar Jokowi saat ditemui wartawan di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 01, Sumber, Solo, Kamis (19/6). Jokowi mengatakan berkas perkara dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkannya sudah masuk ke Kejaksaan. Sehingga pengadilan yang akan memutuskan. Ia juga memastikan akan hadir langsung dalam persidangan. "Iya, hadir. Akan hadir. Iya, sesuai yang sudah saya sampaikan," lanjutnya. #Merdekadotcom #RoySuryo #Dr.Tifa #JokoWidodo #ShortMdk
2026-06-19 18:00:18
SelengkapnyaAnak Buah Purbaya Blak-blakan Fakta Harta Negara Eks Hotel Sultan: Kami Akan Gunakan ...
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Bambang Eko Suhariyanto, mengungkapkan bahwa eksekusi lahan Hotel Sultan dilakukan setelah PT Indobuildco, yang merupakan pengelola Hotel Sultan, telah menggunakan lahan di Blok 15 kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, selama 50 tahun. Bambang menambahkan bahwa hotel ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Direktur Perumusan Kebijakan Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Encep Sudarwan mengatakan, pemerintah akan memanfaatkan lahan hotel sultan ini nantinya sesuai aturan dalam PMK 115. #Merdekadotcom #HotelSultan #BarangMilikNegara #HartaNegara #ShortMdk
2026-06-19 18:00:17
SelengkapnyaSony Sonjaya Ungkap Ada 41 Nama Minta Jatah SPPG
Jumlah nama yang disebut meminta titik SPPG bertambah. Dari sebelumnya 26 nama, kini penyidik menemukan total 41 nama dari hasil pemeriksaan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Di saat yang sama, muncul pula dugaan proyek CCTV dan alat sidik jari senilai lebih dari Rp300 miliar yang akan didalami Kejaksaan Agung.
2026-06-19 18:00:17
SelengkapnyaTangan Eks Kaskostrad Kivlan Zen Kena Kawat Berduri Eksekusi Ricuh Hotel Sultan
Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen, mengalami luka pada bagian tangan kiri saat memimpin orasi massa menolak eksekusi Hotel Sultan, Kamis (18/6/2026). Luka tersebut disebabkan akibat tergores kawat berduri setinggi 100 sentimeter yang dipasang untuk menghalangi akses masuk ke halaman Hotel Sultan saat proses eksekusi. Kivlan memastikan, tangannya yang terkena kawat tidak robek, tapi hanya tergores saja. #Merdekadotcom #KivlanZein #HotelSultan #Eksekusi #ShortMdk
2026-06-19 18:00:15
SelengkapnyaEksekusi Hotel Sultan Ricuh, Tangan Kivlan Zen Terluka Kena Kawat Berduri
Mantan Pangkostrad Kivlan Zen, mengalami luka pada bagian tangan kiri saat memimpin orasi massa menolak eksekusi Hotel Sultan, Kamis (18/6/2026). Luka tersebut disebabkan akibat tergores kawat berduri setinggi 100 sentimeter yang dipasang untuk menghalangi akses masuk ke halaman Hotel Sultan saat proses eksekusi. "Tadi saya kan rundingan dengan Kapolres (Jakarta Pusat). Saya katakan, supaya Kapolres tenang saja. Jangan melakukan langkah masuk ke dalam (Hotel)," jelas Kivlan saat dijumpai di dalam Hotel Sultan. Ketika sedang berhadapan dengan Kapolres di depan, terdapat dorongan dari massa belakang, hingga akhirnya terkena kawat berduri. "Jadi kan Kapolres di depan, kawat durikan kita siapkan ada di sini gitu. Karena ada dorongan-dorongan dari belakang, saya mau begini langsung kena kawat berduri," katanya. Kivlan memastikan, tangannya yang terkena kawat tidak robek, tapi hanya tergores saja. "Cuma gores saja tapi nggak apa-apa. Jadi ada sumbangan darah saya untuk ini, untuk perjuangan, ada sumbangan darah," tuturnya. Setelah terkena kawat berduri, Kivlan diselamatkan oleh massa pendukung Hotel Sultan dan beberapa orang lain untuk mendapatkan perawatan medis.
2026-06-19 18:00:14
Selengkapnya