Kejutan Sidang Pembelaan, Nadiem Blak-blakan Fakta Negara Ingin Rampok Gojek Darinya
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim menyampaikan pleidoi atau nota pembelaan atas kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6). Nadiem mengatakan kerja kerasnya salama ini untuk membangun bangsa sama sekali tidak dihargai. Bahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Republik Indonesia sama sekali tidak berguna. Nadiem menambahkan, jika hasil kerja kerasnya, berbuah negara ingin merebut bisnis yang sudah 10 tahun dibangun dan menyumbang pembukaan banyak lapangan kerja. #Merdekadotcom #NadiemMakarim #SidangPledoi #Chromebook #ShortMdk
2026-06-02 19:00:10
SelengkapnyaNadiem Baca Pledoi di Sidang Korupsi Chromebook: Ini Kesalahan Saya saat Jadi Menteri..
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim dijadwalkan, bakal menyampaikan pleidoi atau nota pembelaan atas kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6). Nadiem mengakui banyak sikap dan caranya dianggap angkuh hingga kurang berbudaya selama menjabat menteri. Mulai dari memotong basa-basi dalam rapat hingga pelit waktu kepada media terkait kinerjanya yang dilakukan. "Ini kesalahan saya saat menjabat jadi Menteri. Saya lupa bahwa jabatan menteri itu adalah jabatan politik," ujarnya. #Merdekadotcom #NadiemMakarim #SidangPledoi #Chromebook #ShortMdk
2026-06-02 17:00:11
SelengkapnyaBenny Komisi III DPR Emosi: Polisi Kok Ikut Nanam Jagung, Apa Benar ini Kebijakan?!
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Benny K Harman mempertanyakan, kebijakan kepolisian sampai ikut menanam jagung. Hal ini diungkapkan saat RDPU dengan pakar/akademisi terkait masukan RUU Polri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/6). Dia heran tugas pokok kepolisian malah ditinggalkan sementara mengambil tugas yang seharusnya dilakukan kepala dinas pemda hingga petani. Maka dari itu, dia bertanya kepada ahli apakah kebijakan ini sudah benar. #Merdekadotcom #KomisiIIIDPRRI #BennyKHarman #PolisiurusJagung #ShortMdk
2026-06-02 15:00:20
SelengkapnyaSeskab Teddy Respons Kritik Dino Patti Djalal, Beberkan Data & Fakta Hasil Prabowo ke Luar Negeri
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa jumlah rombongan yang ikut dalam setiap kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri telah dipangkas lebih dari 50 persen. Total hanya 50 sampai 60 orang yang ikut dalam kunjungan Prabowo ke luar negeri. Hal ini disampaikan Teddy menjawab kritikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menyebut Prabowo terlalu sering ke luar negeri. Dino memandang kunjungan Prabowo yang membawa banyak tim rombongan ke luar negeri memakan biaya besar hingga ratusan miliar. Sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dino menyebut seringnya kunjungan kenegaraan yang dilakukan Prabowo justru menghabiskan banyak anggaran. #Merdekadotcom #TeddyIndraWijaya #DinoPattiDjalal #KunjunganKeluarNegeri #ShortMdk
2026-06-02 14:00:10
SelengkapnyaSentilan Purbaya Soal Influencer Tak Dapat Pajak 0,5% UMKM: Tak Ada Lapangan Kerjanya..
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kabar influencer tak lagi bisa menikmati Pajak penghasilan atau Pph sebesar 0,5 persen. Menkeu Purbaya menegaskan, Pph 0,5 persen hanya diperuntukkan bagi UMKM. "UMKM kan yang dapet? UMKM. Ya, kalau influencer daftar UMKM, ya dapat otomatis. Karena enggak ada kayaknya lapangan kerja influencer ya? Nggak ada, mungkin belum masuk gitu," kata Menkeu Purbaya. Menkeu Purbaya menegaskan bagi perusahaan besar seharusnya tidak mendaftar UMKM hanya karena Pph 0,5 persen. Menkeu Purbaya menegaskan, seharusnya perusahaan besar tidak meminta pajak yang murah. "Seharusnya bersyukur!" kata Menkeu Purbaya. #Merdekadotcom #PurbayaYudhiSadewa #Pajak #Influencer #ShortMdk
2026-06-01 21:03:32
Selengkapnya