Rekaman Aksi Tentara Trump Serbu Kapal di Tengah Laut, Iran: AS Teroris Bajak Laut!
Militer Amerika Serikat merilis rekaman operasi pemeriksaan kapal di perairan internasional, Selasa. United States Central Command menyebut Marinir dari 31st Marine Expeditionary Unit menaiki kapal M/V Blue Star III berbendera Komoro yang diduga menuju Iran melanggar blokade. Operasi dilakukan dengan helikopter dan teknik fast-roping sebelum kapal diperiksa. "Pasukan AS melepaskan kapal setelah memastikan tidak akan singgah di Iran. Sejauh ini, 39 kapal telah dialihkan," tulis CENTCOM di platform X. Di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, delegasi Iran Amir Saeid Iravani menuding AS "bertingkah seperti bajak laut dan teroris". #Merdekadotcom #IranVSAMerikaSerikat #PembajakanKapal #Blokade #ShortMdk
2026-04-29 18:00:11
SelengkapnyaEskpresi Prabowo Geleng-Geleng Jengkel Ada Gerakan 'Kabur Aja Dulu': Sana Biar Kita Gak Gaduh!
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, Cilacap, Rabu (29/4). Dalam sambutannya, Presiden Prabowo merasa kesal ada gerakan 'kabur aja dulu'. Presiden Prabowo mempersilakan masyarakat yang ingin melakukan 'kabur aja dulu'. Presiden Prabowo juga merasa jengkel, ada yang menyebut kondisi Indonesia kini 'Indonesia gelap'. #Merdekadotcom #PresidenPrabowoSubianto #Sindir #GerakanKaburAjaDulu #ShortMdk
2026-04-29 16:00:10
SelengkapnyaHakim MK Suhartoyo Skakmat Jenderal TNI: Bapak Tidak Usah Membantah!
Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang lanjutan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer pada Selasa (28/4/2026). Sidang tersebut mendengarkan keterangan saksi pemohon serta ahli dan saksi presiden. Kuasa hukum presiden dan pemerintah, Marsekal Pertama TNI M. Helmy Zulfadli Lubis mempertanyakan kesimpulan saksi pemohon soal perkara yang minim hukumanya. Padahal menurutnya, terdapat putusan yang menjatuhkan hukuman maksimal. Namun Hakim Konstitusi Suhartoyo meminta kepada Helmy untuk tidak membantah. "Bapak tidak usah membantah atau mengkantar. Saksi punya data tidak, yang pidananya juga ternyata maksimal," ujar Hakim Suhartoyo. #Merdekadotcom #HakimMK #MahkamahKosntitusi #PeradilanMiliter #ShortMdk
2026-04-29 15:00:13
SelengkapnyaSidang Kasus Air Keras, Hakim Emosi! TNI Penyiram Aktivis Disuruh Buka Topi Malah Lepas Kacamata
Pengadilan Militer II-08 Jakarta menggelar sidang kasus penyerangan air keras terhadap Aktivis KontraS, Andrie Yunus. Sebanyak empat terdakwa dihadirkan lengkap dengan seragam militernya masing-masing. Terdapat momen hakim emosi saat meminta terdakwa 1 memperlihatkan lukanya karena ikut terkena air keras saat penyiraman. Hakim meminta terdakwa membuka topinya, namun justru terdakwa melepas kacamata. Adapun empat personel TNI tersebut, yakni Sersan Dua Edi Sudarko (terdakwa 1), Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (terdakwa 2), Kapten Nandala Dwi Prasetyo (terdakwa 3) dan Letnan Satu Sami Lakka (SL) (terdakwa 4). #Merdekadotcom #PengadilanMiliter #PenyiramanAirKeras #AndrieYunus #ShortMdk
2026-04-29 15:00:12
SelengkapnyaRocky Gerung Kawal Jumhur Dilantik Prabowo Jadi Menteri: Kabinet Efektif Ada Tokoh Eks Napi
Presiden Prabowo Subianto menggelar reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih, Senin (27/4/2026). Akademisi Rocky Gerung turut hadir dalam pelantikan pejabat baru. Kehadirannya untuk mendukung Menteri LHK Jumhur Hidayat Pada kesempatan itu Rocky juga mengatkan kabinet akan lebih efektif jika diisi oleh mantan narapidana. Walau Jumhur mantan napi dalam kasus penyebaran berita bohong, namun Jumhur adalah sosok intelektual. "Sebagai wakil masyarakat sipil diundang untuk menyaksikan sekaligus menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh-tokoh mantan napi. Jumhur memang mantan narapidana, tapi dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB. Jadi karena dia saya kenal, maka saya dampingi itu. Itu alasan saya ada di sini," katanya. #Merdekadotcom #RockyGerung #JumhurHidayat #MenterLingkunganHidup #ShortMdk
2026-04-28 20:00:11
Selengkapnya