Teroris Mulai Menyusup, Cek Medsos dan Game Online Anak-Anak Kita

News2025-12-12 17:12:35
OlehWawan Isab Rubiyanto
Diperbaharui 12 Dec 2025, 17:12 WIB
Diterbitkan12 Dec 2025, 17:12 WIB

Pascapandemi, kelompok terorisme mengubah pola rekrutmen mereka. Tak hanya di Indonesia, di berbagai negara pun, anak kini menjadi target utama yang dibidik jaringan teroris

Di sepanjang tahun 2025, sebanyak 100 lebih anak usia remaja nyaris direkrut jaringan terorisme. Pola perekrutan dilakukan dengan masuk atau berada dalam jaringan media sosial atau game online yang kerab dimainkan anak-anak.

Jubir Densus 88 Anti-teror Mabes Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, membongkar tuntas bagaimana cara hingga psikologis seorang anak yang bakal dibidik kelompok teroris untuk direkrut menjadi bagian mereka.