Arsenal Lupakan Kekalahan Final Liga Champions, Langsung Pesta Juara Liga Inggris

Bola2026-05-31 22:05:00
OlehBayu Kurniawan Santoso
Diperbaharui 31 May 2026, 22:05 WIB
Diterbitkan31 May 2026, 22:05 WIB

Arsenal memilih mengalihkan fokus dari kekecewaan di Liga Champions dengan menggelar parade juara Liga Inggris di London Utara, sehari setelah kekalahan menyakitkan di final kompetisi antarklub Eropa tersebut.

The Gunners merayakan keberhasilan menjuarai Liga Primer Inggris 2025/2026 melalui parade bus tingkat terbuka yang melintasi sejumlah kawasan di London Utara pada Minggu (31/5/2026). Perayaan itu menjadi penanda berakhirnya penantian panjang Arsenal yang akhirnya kembali meraih gelar liga setelah 22 tahun.

Trofi Liga Inggris dibawa di bagian depan bus yang ditumpangi para pemain dan staf pelatih. Ribuan suporter memadati sepanjang rute parade sejauh kurang lebih lima mil untuk memberikan sambutan kepada tim kesayangan mereka.

Atmosfer perayaan semakin meriah dengan nyanyian suporter dan kepulan asap merah yang menghiasi langit London Utara. Momen tersebut menjadi pelampiasan kebahagiaan para pendukung Arsenal yang selama lebih dari dua dekade menanti timnya kembali menjadi penguasa sepak bola Inggris.

Arsenal sebenarnya berpeluang menutup musim dengan dua trofi bergengsi. Tim asuhan Mikel Arteta telah memastikan gelar Liga Primer Inggris 11 hari sebelum parade berlangsung dan berkesempatan menambah koleksi trofi melalui final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.

Namun, mimpi meraih gelar ganda harus kandas. Arsenal gagal mengangkat trofi Liga Champions setelah kalah dalam adu penalti dari PSG pada laga final yang berlangsung sehari sebelum parade juara digelar.

Meski demikian, hasil tersebut tidak mengurangi antusiasme para pendukung untuk merayakan pencapaian terbesar klub dalam beberapa dekade terakhir. Gelar Liga Inggris kali ini menjadi yang pertama sejak musim 2003/2004, ketika Arsenal mencatat sejarah sebagai tim "Invincibles" yang tidak terkalahkan sepanjang musim.

Bagi Arsenal dan para suporternya, parade ini bukan sekadar pesta juara. Perayaan tersebut menjadi simbol berakhirnya masa penantian panjang sekaligus bukti kebangkitan klub yang dalam beberapa musim terakhir terus menunjukkan perkembangan di bawah kepemimpinan Mikel Arteta.

Kegagalan di final Liga Champions memang masih menyisakan luka, tetapi trofi Liga Inggris tetap menjadi pencapaian yang layak dirayakan dengan penuh kebanggaan oleh seluruh keluarga besar Arsenal.