Nova Arianto Tak Mau Timnas Indonesia U-19 Terbebani Status Juara Bertahan di AFF U-19 2026

Bola2026-05-28 14:08:25
OlehMuhammad Daffa Satrio
Diperbaharui 28 May 2026, 14:08 WIB
Diterbitkan28 May 2026, 14:08 WIB

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, menegaskan tidak ingin para pemainnya terbebani dengan status juara bertahan jelang Piala AFF U-19 2026. Ia meminta Garuda Muda tetap fokus pada proses dan perkembangan tim di setiap pertandingan.

Indonesia sebelumnya berstatus juara bertahan setelah sukses meraih gelar pada Piala AFF U-19 2025. Capaian tersebut diraih saat tim masih ditangani oleh Indra Sjafri.

Meski demikian, Nova menilai status tersebut tidak boleh menjadi beban bagi para pemain. Ia ingin skuad tetap bermain lepas tanpa tekanan berlebihan dari ekspektasi publik.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah membangun konsentrasi dan mental bertanding yang kuat. Hal tersebut dianggap lebih penting dibanding sekadar mempertahankan gelar.

Nova juga menekankan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari proses jangka panjang. Salah satunya adalah persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Ia ingin seluruh pemain seperti Putu Panji dan rekan-rekannya mampu berkembang dari setiap pertandingan. Setiap laga diharapkan menjadi pengalaman penting dalam proses pembentukan tim.

Di sisi lain, Nova mengakui bahwa ambisi untuk kembali meraih gelar tetap ada dalam tim. Namun, target tersebut tidak boleh mengganggu fokus utama pembinaan pemain.

Tekanan dari publik yang tinggi terhadap Timnas U-19 juga menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu, pengelolaan mental pemain menjadi salah satu aspek utama dalam persiapan tim.

Nova terus menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam setiap sesi latihan. Ia berharap para pemain mampu menjaga stabilitas performa sepanjang turnamen.

Pendekatan tersebut, Timnas U-19 diharapkan tetap kompetitif tanpa terbebani status juara bertahan. Fokus utama tetap pada perkembangan tim menuju level yang lebih tinggi di masa depan.