Kekecewaan The Jakmania Memuncak! Diky Soemarno Tegaskan Persija Wajib Menang di Samarinda

Bola2026-05-06 16:12:30
OlehMuhammad Iqbal Ichsan
Diperbaharui 06 May 2026, 16:12 WIB
Diterbitkan06 May 2026, 16:12 WIB

Ketua The Jakmania, Diky Soemarno, menyampaikan kekecewaan mendalam atas pemindahan laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung dari Jakarta ke Samarinda, Kalimantan Timur, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (10/5/2026). Keputusan tersebut diambil setelah pertandingan tidak mendapatkan izin digelar di ibu kota karena pertimbangan keamanan.

Diky menegaskan, Jakmania menjadi pihak yang paling terdampak dari situasi ini. Ia menyebut sudah sekitar tujuh tahun Persija tidak bisa menggelar laga kandang melawan Persib di Jakarta dengan kehadiran penonton, terakhir terjadi pada 2019.

Menurutnya, kekecewaan semakin besar karena Jakmania merasa telah berupaya menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap pertandingan. Ia menilai suporter Persija telah menunjukkan perubahan positif, terutama dalam menyambut pendukung tim tamu yang datang ke Jakarta.

Ia mencontohkan, suporter dari berbagai daerah seperti Solo, Malang, hingga Surabaya dapat datang dan kembali dengan aman tanpa insiden berarti. Hal itu dinilai sebagai bukti bahwa Jakmania mampu menjaga kondusivitas di ibu kota.

Meski demikian, Diky menyatakan pihaknya tetap menghormati keputusan yang telah diambil oleh otoritas terkait. Ia menyadari keputusan tersebut tidak mudah, namun harus diterima demi menjaga situasi keamanan secara lebih luas.

Diky juga menyoroti bahwa ketidakpastian venue untuk laga besar seperti Persija vs Persib kerap terjadi hampir setiap musim. Ia menilai kondisi ini menjadi persoalan yang perlu dibenahi agar tidak terus berulang di masa depan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi keputusan memindahkan pertandingan ke Samarinda karena tetap memungkinkan kehadiran penonton. Menurutnya, hal tersebut penting agar suporter tetap bisa memberikan dukungan langsung kepada tim.

Meski sempat berharap pertandingan bisa digelar di Pulau Jawa, Diky memahami bahwa penyelenggaraan dengan penonton di wilayah tersebut sulit mendapatkan izin. Oleh karena itu, opsi Samarinda dianggap sebagai jalan tengah yang paling realistis.

Lebih lanjut, ia menilai situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak, terutama dalam mengelola pertandingan berisiko tinggi di kota besar seperti Jakarta yang memiliki dampak luas terhadap daerah lain.

Sebagai penutup, Diky menegaskan bahwa kemenangan menjadi harga mati bagi Persija dalam laga tersebut. Ia berharap para pemain mampu menjadikan kekecewaan Jakmania sebagai motivasi untuk meraih tiga poin dan membawa sedikit kebahagiaan bagi para pendukung.