Timnas Indonesia U-17 Langsung Gas! Persiapan Piala Asia U-17 2026 Dimulai

Bola2026-04-25 13:24:39
OlehBagaskara Lazuardi
Diperbaharui 25 Apr 2026, 13:24 WIB
Diterbitkan25 Apr 2026, 13:24 WIB

Timnas Indonesia U-17 mulai mengalihkan fokus ke Piala Asia U-17 2026 setelah mengakhiri perjalanan di ajang Piala AFF U-17 2026. Skuad Garuda Muda menggelar sesi latihan di Lapangan A Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2026) sore WIB.

Sebanyak 26 pemain ambil bagian dalam latihan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen tingkat Asia yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 5 hingga 22 Mei 2026.

Sebelumnya, Timnas Indonesia U-17 harus mengakhiri kiprah di Piala AFF U-17 lebih cepat setelah hanya mampu finis di peringkat ketiga klasemen Grup A. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menatap kompetisi berikutnya.

Pelatih kepala Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan bahwa timnya kini fokus mematangkan aspek taktikal jelang tampil di Piala Asia U-17 2026.

Indonesia tergabung di Grup B bersama tim-tim kuat seperti Jepang, China, dan Qatar. Meski menghadapi lawan berat, Kurniawan tetap optimistis anak asuhnya memiliki peluang bersaing.

Ia menekankan pentingnya mentalitas para pemain dalam menghadapi pertandingan di level yang lebih tinggi. Menurutnya, kesiapan mental akan menjadi faktor kunci selain kemampuan teknis dan strategi.

Selain itu, pelatih juga akan melakukan seleksi akhir untuk menentukan komposisi skuad. Dari total 26 pemain yang mengikuti pemusatan latihan, hanya 23 pemain yang akan dibawa ke Piala Asia U-17 2026.

Turnamen ini menjadi ajang penting bagi Garuda Muda untuk mengukur kemampuan di tingkat Asia sekaligus melanjutkan proses pembinaan pemain usia muda.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, tim pelatih diharapkan mampu memaksimalkan setiap sesi latihan guna meningkatkan performa tim secara keseluruhan.

Partisipasi di Piala Asia U-17 2026 juga menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia U-17 untuk menunjukkan perkembangan dan bersaing dengan negara-negara kuat di kawasan Asia.

Hasil di turnamen tersebut nantinya akan menjadi tolok ukur penting dalam perjalanan pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia.