Kisah Dongeng Berubah Mimpi Buruk, Leicester Degradasi ke Divisi Ketiga!

Bola2026-04-23 08:30:14
OlehBayu Kurniawan Santoso
Diperbaharui 23 Apr 2026, 08:30 WIB
Diterbitkan23 Apr 2026, 08:30 WIB

Leicester City dipastikan terdegradasi ke divisi ketiga sepak bola Inggris setelah gagal meraih kemenangan krusial dalam lanjutan Championship musim 2025-2026. Hasil imbang 2-2 melawan Hull City menjadi penentu nasib klub berjuluk The Foxes tersebut.

Leicester sebenarnya membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang bertahan di kasta kedua. Namun, tambahan satu poin tidak cukup untuk mengangkat mereka dari zona degradasi. Klub asal Midlands itu pun harus menerima kenyataan finis di posisi papan bawah klasemen.

Degradasi ini semakin pahit karena dipengaruhi hukuman pengurangan enam poin yang dijatuhkan pada Februari lalu. Sanksi tersebut diberikan akibat pelanggaran aturan keuangan English Football League saat Leicester meraih promosi pada musim sebelumnya. Upaya banding yang diajukan juga gagal, membuat posisi mereka semakin sulit.

Ketua klub, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, mengakui kekecewaan yang dirasakan seluruh pihak. Ia menegaskan bertanggung jawab atas situasi yang dialami tim.

“Tidak ada alasan. Kami pernah merasakan puncak tertinggi dan sekarang berada di titik terendah. Saya meminta maaf atas kekecewaan yang kami sebabkan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Kejatuhan Leicester menjadi sorotan karena kontras dengan sejarah gemilang mereka satu dekade lalu. Pada 2016, Leicester mencatat salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah Premier League dengan menjuarai liga meski berstatus underdog dengan peluang 5.000 banding 1.

Tak hanya itu, mereka juga sempat meraih gelar Piala FA pada 2021 dan masih tampil di kasta tertinggi Inggris dalam beberapa musim terakhir. Namun, penurunan performa dan masalah finansial perlahan membawa klub ke situasi sulit.

Kini, Leicester menghadapi tantangan besar untuk bangkit dari keterpurukan. Bermain di divisi ketiga musim depan menjadi ujian berat bagi klub yang pernah mencatat sejarah luar biasa di sepak bola Inggris.

Publik sepak bola pun kembali diingatkan bahwa dalam dunia olahraga, kejayaan dan keterpurukan bisa datang silih berganti dalam waktu yang relatif singkat.