Kurniawan Minta Maaf, Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Malaysia di AFF U-17 2026

Bola2026-04-17 13:53:35
OlehMuhammad Iqbal Ichsan
Diperbaharui 17 Apr 2026, 13:53 WIB
Diterbitkan17 Apr 2026, 13:53 WIB

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan permintaan maaf setelah timnya kalah 0-1 dari Malaysia pada laga kedua Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis (16/4/2026).

Kekalahan ini menjadi hasil yang mengecewakan bagi Garuda Muda, terutama karena laga melawan Malaysia selalu sarat gengsi. Kurniawan mengakui hasil tersebut jauh dari harapan, meski tetap mengapresiasi kerja keras para pemain sepanjang pertandingan.

“Saya mohon maaf atas hasil yang tidak memuaskan ini. Tapi saya tetap mengapresiasi kerja keras para pemain,” ujar Kurniawan dalam konferensi pers seusai laga.

Ia menilai timnya sebenarnya mampu mengontrol jalannya pertandingan. Namun, satu kesalahan dalam momen krusial menjadi pembeda yang dimanfaatkan dengan baik oleh lawan.

“Kami cukup menguasai permainan, tapi ada kesalahan yang akhirnya berujung gol untuk Malaysia. Itu jadi bahan evaluasi penting,” jelasnya.

Selain itu, Kurniawan juga menyoroti masalah efektivitas di lini depan. Menurutnya, Timnas Indonesia U-17 menciptakan sejumlah peluang, terutama dari sisi sayap, tetapi gagal dikonversi menjadi gol.

“Kami sudah menciptakan beberapa peluang, bahkan situasi 2 lawan 1 di sisi lapangan, tapi finishing masih harus ditingkatkan,” katanya.

Secara taktik, pelatih berusia 48 tahun itu menyebut timnya sudah mengantisipasi gaya bermain Malaysia yang mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik. Namun, eksekusi di lapangan belum berjalan sempurna.

Kurniawan juga meminta publik untuk tetap memberikan dukungan kepada para pemain muda yang dinilainya masih dalam tahap perkembangan.

“Mereka masih 17 tahun, saya tidak ingin kekalahan ini menjatuhkan mental mereka. Saya bertanggung jawab atas hasil ini,” tegasnya.

Meski kalah, ia menegaskan bahwa tim harus segera bangkit dan tidak larut dalam kekecewaan. Evaluasi akan menjadi fokus utama untuk menghadapi laga berikutnya di fase grup.

“Sepak bola seperti ini, kita tidak boleh terpuruk. Harus bangkit dan belajar dari pertandingan ini,” pungkas Kurniawan.