Curhat Tomas Trucha: Ngomongin PSM Makassar hingga Coto Makassar jadi Favoritnya

Bola2026-03-10 19:43:36
OlehBagaskara Lazuardi
Diperbaharui 10 Mar 2026, 19:43 WIB
Diterbitkan10 Mar 2026, 19:43 WIB

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, berbagi cerita menarik mengenai perjalanan kariernya hingga pengalamannya melatih di Indonesia dalam program Bola Break.

Pelatih asal Republik Ceko itu mengaku senang bisa merasakan atmosfer sepak bola Indonesia yang menurutnya memiliki basis suporter besar serta perhatian media yang tinggi terhadap kompetisi domestik.

“Ini negara yang sangat mencintai sepak bola. Stadionnya bagus, timnya bagus, pelatihnya juga bagus. Basis suporternya sangat besar,” ujar Trucha.

Meski begitu, ia mengakui musim perdananya bersama PSM tidak selalu berjalan mulus. Beberapa hasil pertandingan yang kurang maksimal membuat tim kehilangan poin penting.

“Saya percaya kami punya tim yang sangat bagus dan dukungan yang kuat dari suporter serta manajemen. Tapi kadang kami hanya selangkah lagi untuk mendapatkan tiga poin,” kata Trucha.

Pelatih berusia 40-an tahun itu juga menjelaskan bagaimana dirinya bisa bergabung dengan PSM Makassar. Saat itu ia berada di Afrika Selatan bersama keluarganya sebelum menerima tawaran dari klub berjuluk Juku Eja.

Menurutnya, keputusan menerima tawaran PSM tidak membutuhkan waktu lama karena ia sudah mengenal reputasi klub tersebut.

“Bagi saya PSM adalah salah satu klub terbesar di Indonesia. Ketika tawaran datang, semuanya berjalan cepat dan saya langsung datang ke sini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Trucha juga menyoroti pentingnya pengembangan pemain muda. Ia menilai akademi PSM memiliki potensi besar untuk melahirkan talenta baru bagi sepak bola Indonesia.

Ia bahkan menyebut beberapa nama pemain muda yang dinilai memiliki potensi untuk membela tim nasional kelompok umur di masa depan.

“Di tim kami ada banyak pemain muda berbakat seperti Detan, Mufli, Dzaki, dan Kaká. Mereka bisa menjadi bagian dari tim nasional U-20 atau U-23,” jelasnya.

Selain membahas sepak bola, Trucha juga berbagi cerita mengenai pengalamannya mencoba kuliner khas Makassar. Salah satu minuman favoritnya adalah sarabba, minuman jahe tradisional yang menurutnya mirip dengan minuman yang pernah ia temui di Afrika.

Ia juga mengaku menyukai sejumlah makanan khas daerah tersebut, seperti nasi goreng merah dan coto Makassar.

“Di Makassar banyak makanan enak. Tapi saya harus berhati-hati karena makanannya sangat menggoda,” ujar Trucha sambil tertawa.

Melalui pengalamannya melatih di berbagai negara, Trucha berharap bisa terus membantu perkembangan tim serta memberikan kontribusi positif bagi PSM Makassar di kompetisi musim ini.