BRI Super League Jadi Magnet! Pengamat: Bikin Liga Indonesia Alami Kemajuan!

Bola2026-02-12 15:46:48
OlehMuhammad Daffa Satrio
Diperbaharui 12 Feb 2026, 15:46 WIB
Diterbitkan12 Feb 2026, 15:46 WIB

Gelombang pemain naturalisasi Timnas Indonesia meramaikan BRI Super League 2025/2026 setelah sejumlah klub besar merekrut pemain diaspora sejak awal musim hingga bursa transfer paruh musim. Fenomena ini terjadi di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia dan dinilai sebagai tanda meningkatnya kualitas liga domestik.

Pada awal musim, Dewa United lebih dulu membuat gebrakan dengan mendatangkan Rafael Struick. Tak lama berselang, Persija Jakarta ikut meramaikan bursa transfer dengan mengamankan tanda tangan bek senior Timnas Indonesia, Jordi Amat.

Pergerakan klub-klub besar tak berhenti di situ. Bali United menggaet striker muda diaspora, Jens Raven, untuk memperkuat lini depan. Sementara juara bertahan Persib Bandung merekrut dua nama besar, yakni Eliano Reijnders dan Thom Haye.

Fenomena ini berlanjut saat bursa transfer paruh musim dibuka. Persija kembali melakukan langkah besar dengan mendatangkan Shayne Pattynama dari Buriram United untuk memperkuat sektor kiri pertahanan.

Macan Kemayoran juga memperkenalkan Mauro Zijlstra sebagai pemain anyar pada awal Februari 2026. Penyerang berusia 21 tahun itu memiliki pengalaman bermain di tim muda hingga tim utama Volendam di Eredivisie Belanda.

Di sisi lain, Dewa United kembali menambah kekuatan dengan merekrut gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner, dari FC Utrecht hingga akhir musim. Kehadiran pemain berusia 22 tahun itu menambah daftar panjang pemain naturalisasi yang berkarier di liga domestik.

Pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo, menilai fenomena ini patut diapresiasi. Menurutnya, semakin banyak pemain naturalisasi berkualitas yang bermain di Indonesia menandakan kompetisi mengalami kemajuan.

Ia mencontohkan penerapan teknologi VAR dan meningkatnya kualitas pemain sebagai indikator bahwa liga Indonesia semakin berkembang dan mampu menarik pemain yang berkarier di Eropa.

Selain berdampak pada kualitas kompetisi, kehadiran pemain naturalisasi juga dinilai menguntungkan Timnas Indonesia. Pemain lokal disebut bisa menyerap pengalaman dan budaya profesional dari rekan-rekan yang pernah bermain di luar negeri.

Aris menambahkan, dengan banyaknya pemain timnas yang bermain di kompetisi domestik, pelatih John Herdman akan lebih mudah memantau performa mereka. Situasi ini diyakini dapat memperkuat chemistry tim dan mempercepat proses adaptasi saat membela Timnas Indonesia.