Indonesia Short Course Series Jadi Jalan Renang Indonesia Menuju Olimpiade 2032
PB Akuatik Indonesia menilai Indonesia Short Course Emerging Series 2026 menjadi langkah penting dalam roadmap pembinaan atlet renang nasional menuju target tampil di final Olimpiade 2032.
Ajang renang short course tingkat nasional tersebut akan berlangsung di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, pada 4-6 Juni 2026 dan diikuti lebih dari 700 perenang kelompok umur dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, menyambut positif penyelenggaraan kompetisi tersebut karena dinilai mendukung sistem pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan.
“Kami memang sudah menyusun roadmap pembinaan Akuatik Indonesia menuju Olimpiade 2032 dan Indonesia Emas 2045. Target kami bukan hanya sekadar lolos, tetapi minimal bisa mencapai final Olimpiade,” kata Harlin.
Menurut Harlin, pembinaan atlet harus dimulai sejak usia muda melalui konsep Long Term Athlete Development atau LTAD. Karena itu, kehadiran kompetisi short course dinilai penting untuk meningkatkan pengalaman bertanding atlet muda Indonesia.
Indonesia Short Course Emerging Series 2026 akan mempertandingkan 26 nomor perlombaan perorangan dan estafet untuk empat kategori usia, mulai dari 11 tahun ke bawah hingga 16 tahun ke atas.
Selain fokus pada prestasi, Harlin menilai olahraga renang memiliki dampak besar bagi masyarakat luas. Ia menyebut renang bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga bagian dari survival skill dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Renang bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga kemampuan dasar yang penting dimiliki masyarakat. Kami terus menggaungkan gerakan ayo berenang agar olahraga ini semakin diminati,” ujarnya.
PB Akuatik Indonesia juga berharap dukungan terhadap pembinaan renang dapat terus berlanjut melalui kolaborasi federasi, KONI, sektor swasta, hingga institusi pendidikan.
Indonesia Short Course Emerging Series sendiri merupakan hasil kolaborasi Federasi Akuatik Indonesia dan KONI dengan dukungan Chandra Asri Group, Barito Pacific, serta Barito Renewables.
Ajang ini diharapkan menjadi platform pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi baru atlet renang Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.