Loading iframe...

14.000 KM Demi Perdamaian, Aksi Gila Pesepeda Kongo Lintasi 17 Negara!

Bola 05 May 2026, 16:02 WIB

Seorang triatlet muda asal Republik Demokratik Kongo, Miguel Masaisai, memulai perjalanan luar biasa sejauh 14.000 kilometer dari Goma menuju Rabat. Misi tersebut dilakukan dalam rangka kampanye bertajuk “Pedalling for Peace” yang bertujuan menyuarakan perdamaian dan persatuan di Afrika.

Perjalanan dimulai pada Jumat lalu, saat Masaisai dilepas dengan dukungan masyarakat setempat. Dengan hanya ditemani sepeda dan perlengkapan sederhana, ia bersiap melintasi 17 negara dalam ekspedisi panjang yang menuntut ketahanan fisik dan mental.

Masaisai menjelaskan bahwa aksinya bukan sekadar perjalanan olahraga, tetapi juga bentuk pesan kemanusiaan. Ia ingin menunjukkan bahwa negaranya tidak hanya dikenal karena konflik, tetapi juga memiliki semangat dan potensi besar.

“Gerakan ini adalah perjalanan jarak jauh untuk membawa pesan perdamaian ke seluruh dunia,” ujar Masaisai.

Ia mengaku, latar belakang konflik di wilayah asalnya justru menjadi sumber motivasi utama. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk menyebarkan pesan harapan dan ketangguhan kepada masyarakat luas.

“Situasi di kampung halaman memberi saya kekuatan untuk terus melangkah dan menunjukkan bahwa kami mampu melakukan hal besar meski berada di tengah konflik,” tambahnya.

Aksi Masaisai mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Analis olahraga, Nzungu Shema, menilai inisiatif ini sebagai langkah penting dalam memperkuat persatuan melalui olahraga.

“Olahraga menciptakan ikatan yang menyatukan kita semua dan meningkatkan kesadaran untuk hidup berdampingan secara damai,” kata Shema.

Sebelumnya, Masaisai juga telah menyelesaikan perjalanan sejauh 7.000 kilometer dari Goma ke Cape Town pada 2025. Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi ekspedisi yang lebih besar kali ini.

Dengan tekad kuat dan dukungan publik, perjalanan Masaisai diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol inspiratif bagi generasi muda Afrika untuk bangkit dan bersatu melalui olahraga.

Di tengah tantangan panjang yang menanti, satu hal yang pasti: setiap kayuhan pedalnya membawa pesan yang lebih besar dari sekadar garis finis, yakni harapan akan perdamaian.

Oleh Bayu Kurniawan Santoso Diperbaharui 05 May 2026, 16:02 WIB
Diterbitkan 05 May 2026, 16:02 WIB