Baru Datang ke Tottenham Hotspurs, De Zerbi Sudah Diterpa Kritik
Pelatih baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya terkait Mason Greenwood yang sempat menuai kritik dari sejumlah suporter.
Dalam wawancara perdananya sebagai pelatih Spurs, De Zerbi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud meremehkan isu kekerasan terhadap perempuan atau pihak mana pun.
“Saya tidak pernah bermaksud meremehkan isu kekerasan terhadap perempuan atau siapa pun. Saya selalu membela mereka yang lebih rentan,” ujar De Zerbi.
Ia juga mengaku menyesal jika pernyataannya sebelumnya menyinggung perasaan publik. Menurutnya, sebagai seorang ayah, isu tersebut sangat sensitif baginya.
“Saya minta maaf jika komentar saya menyinggung siapa pun. Saya punya anak perempuan dan saya sangat sensitif terhadap hal ini,” lanjutnya.
Komentar De Zerbi soal Greenwood sebelumnya menjadi sorotan karena ia sempat menyebut sang pemain sebagai sosok “baik” saat masih bekerja sama di Marseille. Hal itu memicu kritik dari sejumlah kelompok suporter Tottenham, termasuk komunitas pendukung perempuan yang mempertanyakan penilaian serta nilai yang dibawa sang pelatih.
Di sisi lain, De Zerbi juga menyoroti tantangan besar yang dihadapinya bersama Tottenham. Ia datang dengan kontrak lima tahun di tengah situasi klub yang sedang tertekan di papan bawah klasemen.
Tottenham saat ini hanya terpaut satu poin dari zona degradasi dengan tujuh pertandingan tersisa, menjadikan setiap laga ke depan krusial.
Meski demikian, De Zerbi tetap optimistis dengan kualitas skuad yang dimiliki. Ia menilai para pemain memiliki kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit.
“Kami harus bermain dengan berani dan percaya pada kualitas yang kami miliki. Saya yakin kami bisa keluar dari momen ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan suporter dalam fase krusial musim ini, serta meminta seluruh elemen klub untuk tetap bersatu.
Dengan tekanan yang datang sejak awal, De Zerbi kini dihadapkan pada dua tantangan sekaligus: mengembalikan performa tim di lapangan dan membangun kembali kepercayaan publik di luar lapangan.