Loading iframe...

Akademi Persija jadi Sorotan, 14 Pemain Dipanggil ke Timnas Indonesia

Bola 10 Mar 2026, 20:38 WIB

Manajemen Persija Jakarta menanggapi banyaknya pemain Macan Kemayoran yang mendapat panggilan memperkuat Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia.

Total ada 14 pemain Persija yang dipercaya membela tim nasional. Enam pemain dipanggil ke tim senior, sementara lima pemain memperkuat tim U-20 dan tiga pemain lainnya masuk skuad U-17.

Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menilai banyaknya pemain yang dipanggil ke Timnas merupakan hasil dari proses rekrutmen yang berjalan baik serta program pembinaan yang terus dikembangkan klub.

“Ada dua hal. Pertama kebetulan rekrutmennya bagus, terutama di putaran kedua. Ketika mereka kemudian dipanggil ke tim nasional, itu juga bagian dari proses yang berjalan,” ujar Prapanca.

Selain faktor rekrutmen, ia menegaskan Persija juga berupaya membangun fondasi kuat melalui sistem pembinaan usia dini. Menurutnya, akademi dan sekolah sepak bola menjadi dasar penting bagi klub untuk menjaga prestasi jangka panjang.

“Untuk mencapai prestasi, kami harus membangun fundamentalnya, yaitu SSB dan akademi. Alhamdulillah sekarang banyak pemain yang dipanggil ke tim nasional, berarti pembinaan yang dilakukan mulai terlihat hasilnya,” kata Prapanca.

Namun ia menegaskan Persija tidak ingin cepat berpuas diri. Manajemen klub berambisi terus mengembangkan akademi agar mampu bersaing dengan klub lain, termasuk dalam hal infrastruktur dan sistem pembinaan.

Prapanca bahkan menyinggung perkembangan akademi klub lain, seperti Bali United, yang dinilai memiliki fasilitas pembinaan sangat besar.

“Klub lain juga terus berkembang. Bali United misalnya sedang menyiapkan infrastruktur akademi yang besar. Jadi kami tidak bisa diam. Semua klub harus terus meningkatkan kualitas pembinaan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas. Mantan kapten Timnas Indonesia itu menegaskan pembangunan akademi telah menjadi salah satu fokus utama klub sejak beberapa tahun terakhir.

“Pembinaan usia dini itu seperti bekerja dalam senyap. Tidak banyak yang melihat prosesnya. Namun ketika hasilnya muncul, orang baru menyadarinya,” ujar Bambang.

Ia mencontohkan beberapa pemain muda hasil akademi Persija yang kini sudah menembus tim utama, seperti Muhammad Ferarri, Dony Tri Pamungkas, dan Rio Fahmi.

Menurut Bambang, pemain akademi harus tetap menjadi bagian penting dari identitas klub.

“Persija boleh saja berganti pemain senior, tetapi pemain akademi harus tetap punya peran utama di tim utama Persija,” kata Bambang.

Ke depan, Persija berharap program pembinaan pemain muda yang mereka jalankan tidak hanya menghasilkan pemain berkualitas bagi klub, tetapi juga memberikan kontribusi lebih besar bagi Timnas Indonesia.

Oleh Abdul Aziz Diperbaharui 10 Mar 2026, 20:38 WIB
Diterbitkan 10 Mar 2026, 20:38 WIB