Loading iframe...

Polo Air Naik Level: Dari Cabang Akuatik ke Industri Olahraga

Bola 01 Mar 2026, 12:15 WIB

Di antara seluruh cabang yang dinaungi Akuatik Indonesia, polo air menjadi topik paling dinamis dalam Rakernas 2026. Karakteristiknya sebagai satu-satunya cabang beregu membuat kebutuhan tata kelolanya berbeda dibanding renang, loncat indah, atau renang indah.

Ketua Umum Anindya Bakrie menegaskan bahwa kajian pembentukan asosiasi polo air sudah berkembang dalam dua tahun terakhir.

“Kita akan kaji. Tapi memang niatnya itu sudah berkembang setiap dua tahun terakhir… satu-satunya yang bisa dibilang olahraga beregu itu polo air. Saya rasa itu sesuatu yang bagus, kita akan kaji hanya bentuknya yang pas supaya juga tidak berbenturan dengan AD/ART.”

Kajian tersebut bertujuan menciptakan model pengelolaan yang lebih fokus dan adaptif, terutama dalam aspek pembinaan, kompetisi, serta pembiayaan. Sebagai cabang beregu, pola pengembangan atlet dan kebutuhan logistik tentu berbeda dengan nomor individu.

Selain pembentukan asosiasi, federasi juga menyiapkan pembentukan Liga Polo Air sebagai fondasi kompetisi yang lebih terstruktur.

“Dan juga dengan liganya kita akan buatkan Liga Polo Air. Kita akan lihat dengan bidang hukum, kita juga ingin cepat dan nanti untuk dipilih supaya liganya semakin baik.”

Saat ini sudah terdapat 23 klub aktif, angka yang menunjukkan potensi basis kompetisi cukup luas. Dengan sistem liga yang tertata, federasi berharap kualitas pertandingan meningkat sekaligus memperluas partisipasi daerah.

Polo air juga dinilai memiliki potensi komersial. Minat peserta dan penonton disebut terus bertumbuh.

“Saya lihat banyak juga minat, baik peserta dan juga penonton. Dan mungkin ke depan juga bisa menjadi industri sendiri.”

Distribusi siaran secara digital menjadi salah satu indikator perkembangan tersebut.

“Dalam Akuatik Indonesia sudah di-streaming dari kerja sama dengan Vidio.com.”

Platform seperti Vidio membuka akses tontonan yang lebih luas sekaligus peluang monetisasi.

Visi jangka panjangnya tidak hanya soal prestasi, tetapi juga dampak ekonomi.

“Bukan saja bisa menjadi suatu prestasi, tapi juga bisa menjadi suatu industri yang membawa lapangan kerja dan pergerakan ekonomi.”

Dengan pendekatan struktural melalui asosiasi, pembentukan liga profesional, serta dukungan digitalisasi, polo air diproyeksikan menjadi cabang yang bukan hanya kompetitif di kawasan, tetapi juga berkontribusi terhadap ekosistem industri olahraga nasional.

Oleh Muhammad Iqbal Ichsan Diperbaharui 01 Mar 2026, 12:15 WIB
Diterbitkan 01 Mar 2026, 12:15 WIB