Loading iframe...

Tegas! Menpora Erick Thohir Dukung Sanksi Seumur Hidup Dugaan Pelecehan Pelatnas Panjat Tebing

Bola 26 Feb 2026, 22:12 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir menegaskan dukungannya terhadap pemberian sanksi larangan seumur hidup kepada pelatih panjat tebing Hendra Basir menyusul dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas kasus yang mencuat di tengah persiapan Pelatnas menuju Asian Games 2026.

Kemenpora menyatakan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelecehan maupun kekerasan di lingkungan olahraga. Jika dugaan tersebut terbukti, pelaku dinilai pantas menerima hukuman terberat, termasuk dilarang terlibat dalam aktivitas olahraga seumur hidup.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dugaan tindakan tidak pantas yang melibatkan pelatih kepala tim panjat tebing nasional. Dugaan tersebut langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah dan federasi.

Federasi Panjat Tebing Indonesia bergerak cepat dengan menonaktifkan Hendra Basir dari jabatannya. Penonaktifan dilakukan sembari menunggu hasil investigasi dari tim pencari fakta yang telah dibentuk.

Kemenpora menyatakan akan bekerja sama dengan federasi, atlet, dan keluarga korban untuk memastikan proses berjalan transparan dan berkeadilan. Pemerintah juga membuka layanan pengaduan resmi bagi atlet yang menjadi korban pelecehan atau kekerasan.

Erick Thohir menekankan bahwa para atlet adalah aset bangsa yang harus dilindungi. Mereka berlatih dan berjuang membawa nama Indonesia, sehingga wajib mendapatkan rasa aman dalam setiap proses pembinaan.

Selain sanksi administratif di ranah olahraga, proses hukum pidana juga akan ditempuh jika ditemukan pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Pemerintah memastikan penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Federasi menyebut masa kontrak Hendra Basir memang akan segera berakhir, namun keputusan penonaktifan tetap diambil demi menjaga integritas organisasi dan perlindungan atlet selama proses investigasi berlangsung.

Para atlet pelatnas panjat tebing selanjutnya akan berada di bawah tim kepelatihan baru guna memastikan program latihan tetap berjalan menjelang agenda kualifikasi internasional.

Kemenpora menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem olahraga yang menjunjung integritas, rasa hormat, dan perlindungan terhadap seluruh insan olahraga, serta memastikan kasus serupa tidak terulang di masa depan.

Oleh Muhammad Daffa Satrio Diperbaharui 26 Feb 2026, 22:12 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2026, 22:12 WIB