Tegas! FIFA Buka Suara soal Dugaan Rasisme terhadap Vinicius Jr: Tak Ada Ruang Bagi Rasisme
Real Madrid menang 1-0 atas Benfica dalam leg pertama play-off Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB, berkat gol tunggal Vinicius Junior pada menit ke-50, namun sorotan utama justru tertuju pada dugaan rasisme yang dialami bintang Brasil tersebut.
Sebelum babak kedua dimulai, Vinicius dihampiri Gianluca Prestianni, yang menutup mulutnya dengan jersey, membuat pemain Real Madrid langsung melaporkan insiden itu kepada wasit Francois Letexier, yang merespons dengan gestur tangan menyilang untuk mengaktifkan protokol anti-rasisme.
FIFA segera buka suara, dengan Presiden Gianni Infantino menyatakan terkejut dan sedih atas dugaan rasisme tersebut, menegaskan tidak ada tempat bagi rasisme, baik di sepak bola maupun di masyarakat, sambil memuji tindakan cepat wasit dalam menangani situasi.
Kendati demikian, Prestianni membantah keras tuduhan yang diarahkan kepadanya, menegaskan dirinya tidak melakukan pelecehan rasial, sementara Vinicius menyampaikan reaksi tegas melalui media sosial, menyebut para pelaku sebagai pengecut dan menyatakan tindakan rasisme menunjukkan kelemahan.
Sementara itu, UEFA melakukan investigasi resmi terkait insiden ini, yang diperkirakan belum rampung sebelum leg kedua dijadwalkan pada 25 Maret, sehingga pemain dan publik masih menunggu keputusan final.
Selain itu, insiden ini memicu perdebatan global mengenai sikap klub, ofisial, dan federasi dalam menangani rasisme, sambil menyoroti pentingnya protokol anti-diskriminasi di level tertinggi sepak bola Eropa.
Fans Benfica melemparkan botol, gelas, dan benda lainnya ke lapangan, sementara kapten Benfica, Nicolas Otamendi, menilai selebrasi Vinicius provokatif, yang memicu adu mulut dan kartu kuning bagi Vinicius dari wasit.
Di sisi lain, Prestianni diduga melontarkan kata “monyet” kepada Vinicius, membuat pemain Brasil itu tersinggung, sehingga insiden ini menambah sorotan soal perilaku pemain dan suporter selama laga internasional.
Kasus ini menjadi perhatian media internasional, dengan pakar sepak bola dan mantan pemain memberikan komentar terkait dampak rasisme terhadap performa dan psikologi pemain di lapangan.
Situasi yang masih penuh ketidakpastian, FIFA, UEFA, dan klub terlibat harus memastikan investigasi berjalan transparan, sambil menegaskan pesan kuat bahwa rasisme tidak akan ditoleransi, dan kasus Vinicius Jr menjadi simbol pentingnya tindakan tegas terhadap diskriminasi di dunia sepak bola.