Loading iframe...

Alasan Kalulu Kena Kartu Merah di Laga Inter Vs Juventus: Keputusan Wasit Jadi Sorotan

Bola 15 Feb 2026, 12:35 WIB

Berita Online 5W1H – Piramida Terbalik (10 Paragraf, 2 Kalimat Panjang per Paragraf)Bek Juventus, Pierre Kalulu, harus meninggalkan lapangan lebih cepat saat timnya bertandang ke markas Inter Milan dalam lanjutan Liga Italia yang digelar di San Siro, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB. Ia menerima kartu kuning kedua pada babak pertama dalam sebuah keputusan yang langsung memicu kontroversi dan menjadi bahan perdebatan panas sepanjang pertandingan.

Insiden yang berujung kartu merah itu terjadi ketika Kalulu terlibat duel dengan bek Inter, Alessandro Bastoni, di area pertahanan Juventus dalam situasi bola yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Dalam tayangan ulang televisi, kontak yang terjadi terlihat sangat minimal sehingga memunculkan anggapan bahwa Bastoni jatuh terlalu mudah untuk mengamankan pelanggaran.

Wasit yang memimpin pertandingan tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu kuning kedua kepada Kalulu, yang otomatis membuat sang pemain harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Keputusan itu sontak memicu gelombang protes keras dari para pemain Juventus yang merasa hukuman tersebut terlalu berat untuk insiden yang terjadi.

Kalulu terlihat meminta agar wasit meninjau ulang kejadian tersebut melalui monitor VAR di tepi lapangan, berharap ada evaluasi ulang terhadap keputusan yang sudah diambil. Namun sesuai regulasi yang berlaku, Video Assistant Referee tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi kasus kartu kuning kedua yang berujung pengusiran.

Aturan VAR hanya memperbolehkan peninjauan ulang pada empat situasi krusial, termasuk kartu merah langsung, penalti, gol, dan kesalahan identitas pemain. Karena pelanggaran Kalulu dikategorikan sebagai akumulasi kartu kuning, keputusan wasit tetap sah dan tidak dapat dibatalkan melalui teknologi tersebut.

Akibat kartu merah itu, Juventus dipaksa bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama dalam laga yang sudah berlangsung dengan tempo tinggi dan tensi panas. Situasi ini jelas mengubah pendekatan taktik tim tamu yang harus menyesuaikan strategi demi menjaga keseimbangan permainan.

Sebelum turun minum, skor pertandingan masih bertahan imbang 1-1 dengan kedua tim saling membalas gol dalam tempo cepat. Pertandingan berjalan keras dengan duel fisik intens di lini tengah dan pertahanan yang membuat atmosfer stadion semakin memanas.

Memasuki babak kedua, Inter mulai menunjukkan dominasi dengan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk meningkatkan intensitas serangan mereka. Tekanan demi tekanan dilancarkan secara konsisten, memaksa Juventus bertahan lebih dalam dan mengandalkan serangan balik cepat.

Kondisi bermain dengan 10 pemain membuat Juventus harus bekerja ekstra keras dalam menjaga kedisiplinan lini pertahanan mereka agar tidak mudah ditembus. Energi para pemain terkuras karena harus menutup ruang dan mengejar bola lebih banyak dibandingkan situasi normal dengan komposisi lengkap.

Kartu merah yang diterima Kalulu pun akhirnya menjadi sorotan utama dalam laga tersebut karena dianggap sebagai titik balik yang mengubah jalannya pertandingan secara signifikan. Insiden itu tidak hanya memengaruhi hasil akhir, tetapi juga memicu perdebatan luas mengenai konsistensi keputusan wasit dan batasan penggunaan VAR dalam laga besar seperti Inter melawan Juventus.   

Oleh Muhammad Daffa Satrio Diperbaharui 15 Feb 2026, 12:35 WIB
Diterbitkan 15 Feb 2026, 12:35 WIB