EKSKLUSIF! Erlina Kurniati Bongkar Alasan Banyak Pelatih Indonesia Hijrah ke China

Bola2026-06-26 19:00:00
OlehBayu Kurniawan Santoso
Diperbaharui 26 Jun 2026, 19:00 WIB
Diterbitkan26 Jun 2026, 19:00 WIB

Bola Break kembali menghadirkan kisah menarik dari dunia bulu tangkis. Dalam perbincangan bersama Rizky Hidayat di kanal YouTube Bola.com, mantan atlet PB Djarum yang kini menjadi pelatih di Provinsi Henan, China, Erlina Kurniati, mengungkap alasan semakin banyak pelatih bulu tangkis Indonesia memilih membangun karier di Negeri Tirai Bambu.

Menurut Erlina, peluang menjadi pelatih di Indonesia masih tergolong terbatas. Regenerasi di sejumlah klub besar berjalan lambat sehingga kesempatan bagi pelatih muda untuk berkembang tidak sebanyak di luar negeri.

"Kalau di Indonesia, kuota pelatih di klub besar sangat sedikit. Regenerasinya juga menurut saya tidak terlalu cepat. Banyak pelatih muda akhirnya memilih mencari kesempatan di luar negeri," ujar Erlina.

Perempuan yang pernah memperkuat PB Djarum itu menjelaskan bahwa jaringan pertemanan memiliki peran penting dalam membuka peluang bekerja di luar negeri. Setelah sempat melatih di Kanada, ia menerima tawaran melatih di China pada awal 2024 melalui rekomendasi rekan sesama pelatih.

Awalnya, Erlina hanya berencana bekerja selama tiga bulan. Namun, ia akhirnya memutuskan memperpanjang kontrak setelah merasa nyaman dengan lingkungan kerja di China.

Ia menilai sistem kehidupan di sana cukup mendukung. Selain transportasi yang mudah dan lingkungan yang aman, Erlina juga mengapresiasi tingginya toleransi terhadap perbedaan budaya dan agama, termasuk kebebasan menjalankan ibadah di sela-sela aktivitas melatih.

Dalam pekerjaannya, Erlina menangani atlet usia 7 hingga 15 tahun. Menariknya, ia tetap menerapkan metode latihan yang dipelajarinya selama berkarier di Indonesia, mulai dari PB Djarum hingga pengalaman magang di Pelatnas PBSI.

Erlina juga mengungkapkan jumlah pelatih bulu tangkis Indonesia di China terus bertambah. Berdasarkan pengetahuannya, kini terdapat lebih dari 200 pelatih asal Indonesia yang bekerja di berbagai daerah di China.

Meski menikmati karier di luar negeri, Erlina menegaskan dirinya tidak berencana menetap selamanya di China. Ia berharap suatu saat bisa kembali ke Indonesia untuk membangun usaha, mengembangkan dunia pendidikan, serta tetap berkontribusi bagi perkembangan bulu tangkis nasional.

Di akhir perbincangan, Erlina mengajak atlet-atlet muda Indonesia agar tetap fokus pada proses, bekerja keras setiap hari, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi masa sulit dalam perjalanan karier mereka.