EKSKLUSIF! Tidak Kapok Gaji Telat, Kadu Monteiro Masih Ingin Terus Bermain di Super League

Bola2026-06-25 19:45:00
OlehBayu Kurniawan Santoso
Diperbaharui 25 Jun 2026, 19:45 WIB
Diterbitkan25 Jun 2026, 19:45 WIB

Bola Break kembali menghadirkan perbincangan eksklusif bersama pemain sepak bola. Kali ini, kiper PSBS Biak asal Angola, Kadu Monteiro, mengungkapkan keinginannya untuk tetap melanjutkan karier di Super League Indonesia meski sempat mengalami keterlambatan gaji dan berbagai persoalan manajemen klub pada musim lalu.

Dalam perbincangan bersama Hery Kurniawan di studio Bola.com, Jakarta, Kadu mengaku masih menyukai atmosfer sepak bola Indonesia. Menurutnya, pengalaman kurang menyenangkan bersama PSBS Biak tidak mengubah pandangannya terhadap kualitas kompetisi.

"Saya ingin tetap bermain di Indonesia karena saya menyukai negara ini dan juga menyukai liganya. Namun saya tentu ingin bergabung dengan klub yang lebih stabil agar bisa fokus bekerja dan menunjukkan kemampuan terbaik," ujar Kadu.

Kiper berusia 30 tahun itu menjelaskan persoalan finansial yang dialami PSBS Biak berdampak besar terhadap performa tim. Keterlambatan pembayaran gaji hingga masalah organisasi membuat persiapan pertandingan terganggu dan memengaruhi mental para pemain.

Bahkan, Kadu memilih berhenti bermain pada tujuh pertandingan terakhir musim lalu. Ia merasa kondisi mentalnya sudah tidak memungkinkan untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim.

"Saya memutuskan berhenti karena klub tidak lagi menghormati hak-hak pemain dan staf. Sebagai penjaga gawang, saya harus benar-benar fokus. Saat itu saya merasa tidak bisa membantu tim dengan kondisi yang saya alami," jelas mantan kiper FC Porto tersebut.

Meski demikian, Kadu tetap optimistis menyongsong musim depan. Saat ini ia belum menentukan klub barunya dan memilih kembali ke Portugal untuk beristirahat sambil menjalani program latihan bersama pelatih pribadi agar tetap berada dalam kondisi terbaik.

Selain membahas masa depannya, Kadu juga memberikan apresiasi kepada sejumlah kiper Indonesia. Ia menilai Nadeo Argawinata sebagai penjaga gawang lokal paling impresif musim lalu dan yakin kualitasnya mampu bersaing di kompetisi Eropa apabila mendapat kesempatan.

Kadu juga mengaku terkesan dengan potensi kiper muda Persijap, Ardiansyah, yang dinilainya memiliki masa depan cerah. Menurutnya, perkembangan penjaga gawang Indonesia menunjukkan kualitas yang semakin baik dan layak mendapat perhatian lebih di level internasional.

Kini, Kadu hanya menunggu tawaran yang tepat untuk melanjutkan kariernya. Satu hal yang pasti, pengalaman pahit bersama PSBS Biak tidak membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap sepak bola Indonesia.