EKSKLUSIF! Fakta di Balik Liputan Piala Dunia 2026, Konsumsi Tidak Ditanggung

Bola2026-06-15 19:10:00
OlehBayu Kurniawan Santoso
Diperbaharui 15 Jun 2026, 19:10 WIB
Diterbitkan15 Jun 2026, 19:10 WIB

Meliput ajang sebesar Piala Dunia 2026 ternyata tidak selalu identik dengan fasilitas serba gratis. Jurnalis yang bertugas di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, tetap harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli makanan dan minuman selama menjalankan tugas peliputan.

Pada pertandingan yang berlangsung Minggu (14/6/2026) dini hari WIB, area media di MetLife Stadium memang menyediakan berbagai pilihan konsumsi. Namun, seluruh makanan dan minuman tersebut dijual secara komersial dan tidak termasuk dalam fasilitas akreditasi media.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para jurnalis dapat membeli berbagai menu makanan ringan hingga makanan berat yang tersedia di sejumlah gerai dalam stadion. Minuman kemasan, kopi, makanan cepat saji, hingga camilan menjadi beberapa pilihan yang dapat dibeli selama bertugas.

"Seluruh konsumsi yang tersedia di area stadion harus dibeli sendiri oleh jurnalis. Tidak ada fasilitas makan dan minum gratis dari panitia," demikian laporan langsung dari jurnalis Bola.com, Hery Kurniawan, di MetLife Stadium.

Harga makanan dan minuman di stadion umumnya mengikuti standar venue olahraga besar di Amerika Serikat yang dikenal relatif lebih tinggi dibandingkan harga makanan sehari-hari. Karena itu, para jurnalis biasanya menyiapkan anggaran tambahan untuk kebutuhan konsumsi selama berada di lokasi pertandingan.

Kebijakan tersebut bukan hal yang sepenuhnya baru dalam event olahraga internasional. Sejumlah stadion dan arena olahraga di berbagai negara juga menerapkan sistem serupa, di mana akreditasi media memberikan akses peliputan, tetapi tidak selalu mencakup konsumsi gratis.

MetLife Stadium sendiri menjadi salah satu venue utama Piala Dunia 2026 dengan kapasitas lebih dari 80 ribu penonton. Stadion yang berlokasi di New Jersey itu dipadati ribuan suporter, ofisial, pekerja media, dan petugas setiap kali menggelar pertandingan.

Meski harus membeli makanan dan minuman secara mandiri, fasilitas penunjang bagi media tetap tersedia untuk mendukung kelancaran peliputan. Bagi para jurnalis, kondisi tersebut menjadi bagian dari pengalaman meliput langsung pesta sepak bola terbesar di dunia.