Jonatan Christie Ungkap Pentingnya Komunikasi setelah Keluar dari Pelatnas

Bola2026-06-07 09:00:36
OlehBagaskara Lazuardi
Diperbaharui 07 Jun 2026, 09:00 WIB
Diterbitkan07 Jun 2026, 09:00 WIB

Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, mengungkapkan perbedaan yang ia rasakan setelah tidak lagi berlatih di Pelatnas. Meski banyak pihak menyoroti perubahan sistem latihan dan dukungan yang diterimanya, Jonatan menilai perbedaan paling terasa justru berada pada pola komunikasi dengan tim yang mendampinginya.

Menurut Jonatan, kehidupan di luar Pelatnas membuatnya memiliki ruang diskusi yang lebih luas dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan performanya. Hal itu menjadi salah satu aspek yang menurutnya sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melihat sistem di Pelatnas sebagai sesuatu yang buruk. Namun, di dalam Pelatnas terdapat struktur dan tanggung jawab yang lebih besar sehingga pelatih juga harus mempertimbangkan banyak hal dalam mengambil keputusan.

Jonatan memahami bahwa para pelatih di Pelatnas memiliki tekanan tersendiri karena harus mempertanggungjawabkan hasil kepada pengurus. Situasi tersebut membuat hubungan antara atlet dan pelatih memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan ketika ia sudah berada di luar sistem tersebut.

Meski demikian, Jojo menegaskan bahwa komunikasi tetap berjalan baik di kedua lingkungan. Hanya saja, ia merasa proses bertukar pikiran menjadi lebih fleksibel setelah dirinya menjalani program secara mandiri bersama tim pendukung yang ia pilih.

Menurutnya, komunikasi dua arah menjadi elemen yang sangat penting dalam menjaga performa seorang atlet di level tertinggi. Dengan pola tersebut, setiap anggota tim dapat menyampaikan pandangan berdasarkan bidang keahliannya masing-masing.

Jojo menjelaskan bahwa evaluasi tidak hanya datang dari pelatih teknik. Tim fisio, psikolog olahraga, analis pertandingan, hingga staf pendukung lainnya memiliki kontribusi penting dalam membantu seorang atlet menemukan solusi atas berbagai kekurangan yang muncul selama kompetisi.

Setiap pihak, kata Jojo, memiliki sudut pandang berbeda yang dapat dipadukan menjadi satu kesimpulan. Melalui proses diskusi tersebut, berbagai masalah yang sebelumnya tidak terlihat dapat ditemukan dan diperbaiki bersama-sama.

Ia mencontohkan bahwa suatu masalah dalam pertandingan tidak selalu berasal dari aspek teknik semata. Faktor fisik, pemulihan, mental, hingga cara membaca permainan juga bisa menjadi penyebab menurunnya performa seorang atlet.

Karena itu, Jonatan menilai kolaborasi dan komunikasi yang baik antaranggota tim menjadi faktor penting dalam mendukung karier atlet profesional. Baginya, perbedaan antara berada di dalam maupun di luar Pelatnas sebenarnya tidak terlalu besar, tetapi ruang komunikasi yang lebih terbuka menjadi nilai tambah yang sangat ia rasakan dalam perjalanan kariernya saat ini.