Hajar Garuda Jaya 3-0, Bhayangkara Presisi Tantang LavAni di Final Proliga 2026

Bola2026-04-18 08:55:57
OlehBayu Kurniawan Santoso
Diperbaharui 18 Apr 2026, 08:55 WIB
Diterbitkan18 Apr 2026, 08:55 WIB

Jakarta Bhayangkara Presisi memastikan langkah ke Grand Final Proliga 2026 setelah menundukkan Jakarta Garuda Jaya dengan skor telak 3-0 (25-20, 27-25, 25-19) pada laga Final Four di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (17/4/2026).

Hasil tersebut mengantar juara bertahan menghadapi Jakarta LavAni Livin' Transmedia pada partai puncak yang akan digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pekan depan.

Sejak set pertama, Bhayangkara langsung tampil agresif dengan mengandalkan kombinasi pemain seperti Agil Angga, Arjuna Mahendra, Martin Atanasov, Bardia Saadat, serta setter Nizar Zulfikar. Mereka mampu menjaga kendali permainan meski Garuda Jaya sempat memberi tekanan.

Pada set kedua, pertandingan berjalan lebih ketat. Garuda Jaya menunjukkan perlawanan sengit dan bahkan memaksa deuce. Namun, ketenangan Bhayangkara dalam momen krusial menjadi pembeda hingga akhirnya menutup set dengan skor 27-25.

Memasuki set ketiga, Bhayangkara kembali mendominasi dengan keunggulan cepat. Garuda Jaya sempat memperkecil selisih angka, tetapi konsistensi permainan Bhayangkara memastikan kemenangan sekaligus mengunci tiket ke final.

Pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, mengakui laga berjalan tidak mudah, terutama pada set kedua ketika timnya mendapat tekanan dari lawan.

"Saya puas karena tim bermain sesuai rencana. Meski sempat tertekan, mereka tetap tenang dan bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik," ujar Toiran.

Ia juga menegaskan akan melakukan rotasi pemain pada laga terakhir Final Four demi menjaga kondisi tim jelang final.

Sementara itu, setter Bhayangkara, Alvin Daniel, menegaskan ambisi timnya untuk mencetak hattrick gelar juara di Proliga.

"Fokus kami sekarang mempertahankan gelar dan mencetak sejarah baru," tegasnya.

Di sisi lain, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, menilai kekalahan timnya lebih disebabkan masalah koordinasi di lapangan.

"Secara fisik kami siap, tetapi komunikasi masih perlu diperbaiki. Ini jadi evaluasi penting," katanya. 

Meski gagal melangkah ke final, Garuda Jaya tetap membidik hasil maksimal dengan menargetkan posisi ketiga pada akhir kompetisi.