Era Baru PSSI Pers! Arya Sinulingga Buka Program Perdana Kepengurusan 2026–2029

Bola2026-03-07 10:06:38
OlehAbdul Aziz
Diperbaharui 07 Mar 2026, 10:06 WIB
Diterbitkan07 Mar 2026, 10:06 WIB

Kepengurusan baru PSSI Pers periode 2026–2029 menggelar program perdana di Lapangan C Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga hadir langsung membuka kegiatan tersebut sebagai tanda dimulainya masa kerja kepengurusan baru organisasi jurnalis sepak bola itu.

Kegiatan bertajuk “Jemput Bola dan Sambung Rasa” tersebut menjadi agenda pertama sejak kepengurusan baru PSSI Pers terbentuk pada Februari 2026. Acara digelar dalam suasana santai dan penuh kebersamaan dengan rangkaian kegiatan buka puasa bersama serta pertandingan sepak bola antarjurnalis.

Kepengurusan terbaru PSSI Pers dipimpin oleh Robi Yanto sebagai ketua dan Muhammad Adi Yaksa sebagai wakil ketua. Pembukaan kegiatan juga ditandai dengan syukuran berupa pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya periode kerja baru organisasi.

Momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara jurnalis olahraga dari berbagai media dengan pengurus baru PSSI Pers. Kehadiran Arya Sinulingga juga menunjukkan dukungan dari PSSI terhadap peran jurnalis dalam perkembangan sepak bola nasional.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan harapan agar PSSI Pers dapat terus menjadi mitra strategis federasi. Peran media dinilai penting dalam menyampaikan informasi sepak bola yang akurat sekaligus membangun literasi olahraga di tengah masyarakat.

Jurnalis sepak bola memiliki pengaruh besar dalam membentuk pemahaman publik mengenai dinamika sepak bola nasional. Pemberitaan yang informatif dan berimbang dinilai dapat membantu masyarakat memahami berbagai isu, mulai dari kompetisi hingga kebijakan federasi.

Kepengurusan baru PSSI Pers juga didorong untuk meningkatkan pemahaman teknis sepak bola di kalangan anggotanya. Salah satu langkah yang diharapkan terus berjalan adalah diskusi rutin dengan perangkat pertandingan seperti wasit dan komite wasit.

Pemahaman mengenai aturan permainan dinilai penting bagi jurnalis olahraga. Wawasan tersebut dapat membantu jurnalis menjelaskan berbagai keputusan pertandingan secara lebih objektif dan edukatif kepada publik.

Selain agenda diskusi dan silaturahmi, kegiatan ini juga menghadirkan pertandingan sepak bola santai antarjurnalis. Aktivitas tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menjaga semangat komunitas di dalam organisasi.

Melalui kepengurusan baru ini, PSSI Pers diharapkan mampu terus berkontribusi dalam perkembangan sepak bola Indonesia. Kolaborasi antara jurnalis dan federasi diyakini dapat memperkuat kualitas informasi sekaligus meningkatkan literasi sepak bola di masyarakat.