Akuatik Indonesia Genjot Standar Pelatih & Sport Science di Rakernas 2026

Bola2026-02-28 11:01:31
OlehMuhammad Iqbal Ichsan
Diperbaharui 28 Feb 2026, 11:01 WIB
Diterbitkan28 Feb 2026, 11:01 WIB

Rapat Kerja Nasional 2026 menjadi forum konsolidasi strategis bagi Akuatik Indonesia dalam memperkuat fondasi pembinaan atlet dan tata kelola cabang olahraga.

Ketua Umum Anindya Bakrie membuka dengan apresiasi terhadap jajaran pengurus pusat dan daerah.

“Semua mengapresiasi kepemimpinan yang sudah mulai terlihat di SEA Games terakhir tahun lalu di Thailand. Dan memudahkan perenang-perenang muda ini bisa menjadi modal untuk nanti di tahun 2027 dan ke depannya di multi-event bisa bersinar.”

Evaluasi tersebut menegaskan bahwa hasil SEA Games bukan tujuan akhir, melainkan pijakan menuju event yang lebih besar.

Salah satu program prioritas adalah pengiriman atlet muda ke luar negeri.

“Jumlahnya sudah ada tujuh, masih ada lima lagi dan bahkan bisa lebih banyak lagi. Ini juga menandakan kepercayaan dari dunia usaha swasta kepada Akuatik Indonesia untuk mencetak para atlet masa depan.”

Program ini mencakup pengiriman atlet ke Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.

Rakernas juga menekankan pentingnya peningkatan standar pelatih.

“Kami juga ingin memuatkan dari sisi pelatih. Pelatih bagaimana bisa berstandar internasional… yang pusat bisa ke daerah, di daerah bisa ke pusat, yang pusat juga bisa mengajar ke internasional.”

Dengan jejaring ke World Aquatics, federasi menargetkan pertukaran ilmu yang lebih luas.

Isu struktural juga mengemuka, khususnya terkait polo air.

“Salah satu usulannya adalah dikaji bagaimana polo air bisa menjadi asosiasi tapi tetap di bawah federasi kita… karena ini olahraga beregu, sudah bisa dibilang sepak bolanya air.”

Penanganan khusus dinilai perlu, terutama dari sisi pembiayaan, pelatihan, dan keberlanjutan kompetisi.

Rakernas turut menyoroti sport science.

“Bagaimana kita bisa memperkuat tim support kepada para atlet… biomedik, nutrisi, menggunakan data untuk memperbaiki performa.”