Timnas Hoki Indonesia Back to Back Pecundangi Malaysia di SEA Games, Dharma Raj: Saya Spesial!

Bola2026-02-24 17:46:26
OlehBagaskara Lazuardi
Diperbaharui 24 Feb 2026, 17:46 WIB
Diterbitkan24 Feb 2026, 17:46 WIB

Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj membeberkan ambisi besarnya bersama Timnas Hoki Indonesia untuk menembus level Asia hingga dunia. Ia menargetkan medali emas Asian Games serta lolos ke Olimpiade dan Piala Dunia Hoki dalam beberapa tahun ke depan.

Keberhasilan teranyar yang disorot adalah sukses back to back mengalahkan Malaysia pada cabang indoor hoki SEA Games 2023 dan 2025. Ia menyebut pencapaian itu sebagai momen spesial yang memuaskan secara pribadi dan profesional.

Tak hanya prestasi tim, ia juga berhasil membuka jalan bagi sejumlah pemain Indonesia untuk berkarier di Eropa. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan mental tanding atlet nasional.

Untuk mewujudkan target besar itu, PP FHI menyiapkan program naturalisasi pemain top Belanda, terutama untuk sektor putri. Strategi ini diharapkan mampu mempercepat daya saing Indonesia di level Asia.

Dharma Raj sendiri mengisahkan proses naturalisasinya hingga resmi menjadi bagian dari Indonesia. Keputusan itu diambil setelah ia merasa pengabdiannya lebih dihargai dan mendapat ruang membangun prestasi jangka panjang.

Ia pertama kali datang ke Indonesia setelah 11 tahun melatih tim nasional Malaysia dan merasa tak lagi mendapat kepastian kontrak. Momentum tersebut membawanya menerima tawaran melatih Indonesia meski saat itu federasi tengah dilanda dualisme.

Sebelum ke Indonesia, ia mencatat sukses luar biasa bersama Kuala Lumpur Hockey Club dengan delapan gelar Liga Hoki Malaysia secara beruntun. Prestasi itu menjadi bukti kapasitasnya sebagai pelatih elite di Asia Tenggara.

Ia juga pernah mengungkapkan bahwa di Malaysia dirinya lebih populer dibanding pelatih sepak bola Ong Kim Swee. Namun situasinya berbeda di Indonesia, di mana hoki belum sepopuler sepak bola.

Perjalanan cintanya pada hoki dimulai sejak usia delapan tahun di Malaysia, negara dengan fasilitas lapangan karpet yang jauh lebih merata dibanding Indonesia. Perbedaan infrastruktur itu menjadi salah satu tantangan terbesar dalam membangun prestasi hoki Merah Putih.

Ke depan, ia berharap bibit-bibit pesepak bola dari SSB mau menjajal hoki demi memperkuat regenerasi atlet nasional. Dharma Raj yakin dengan pembinaan usia dini yang serius, Indonesia mampu menjadi kekuatan baru hoki Asia bahkan dunia.