Pemain Persija Shayne Pattynama Cerita Pengalaman Ramadan Pertamanya di Indonesia

Bola2026-02-21 22:23:51
OlehMuhammad Iqbal Ichsan
Diperbaharui 21 Feb 2026, 22:23 WIB
Diterbitkan21 Feb 2026, 22:23 WIB

Bek Persija Jakarta, Shayne Pattynama, membagikan pengalamannya merasakan suasana Ramadan di Indonesia. Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri acara FC Mobile Ngabuburit 2026 di M Bloc Space, Sabtu (21/2/2026) siang WIB.

Pemain yang memiliki pengalaman berkarier di Eropa itu mengaku sudah cukup familiar dengan Ramadan sebelum datang ke Indonesia. Ia mengatakan pernah mencoba menjalani puasa sehari bersama teman-temannya yang Muslim.

“Saya sudah familiar dengan Ramadan karena banyak teman saya yang Muslim. Bahkan sebelumnya saya pernah mencoba berpuasa satu hari bersama mereka,” ujar Shayne.

Meski hanya mencoba dalam waktu singkat, pemain berusia 27 tahun itu mengaku memahami bahwa menjalani puasa bukan hal yang mudah, terutama bagi seorang atlet profesional yang harus menjalani latihan dan pertandingan.

“Saya sangat menghormati semua orang yang menjalankannya karena itu tidak mudah. Tapi niat di baliknya sangat indah, dan saya selalu kagum dengan disiplin mereka,” jelasnya.

Shayne juga merasakan perbedaan suasana Ramadan di Indonesia dibandingkan negara lain. Menurutnya, atmosfer Ramadan di Indonesia terasa lebih kuat karena mayoritas masyarakat menjalankannya.

“Di sini lebih banyak orang yang menjalankan Ramadan. Cuacanya juga membuat lebih sulit, terutama saat latihan karena tidak minum,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyoroti adanya penyesuaian jadwal pertandingan selama Ramadan. Laga biasanya digelar pada malam hari untuk menyesuaikan kondisi para pemain yang berpuasa.

“Pertandingan digelar lebih malam. Beberapa pemain merasa Ramadan memberi energi tambahan, tapi ada juga yang merasa lebih lelah,” katanya.

Shayne juga mengaku banyak belajar dari rekan-rekannya di Persija Jakarta, termasuk Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Dony Tri Pamungkas, dan Fajar Faturrahman, yang tetap disiplin menjalankan ibadah puasa di tengah tuntutan sebagai atlet profesional.

“Saya senang melihat langsung rekan setim saya menjalankan Ramadan dengan disiplin. Saya belajar banyak dari mereka, dan saya sangat menghormati itu,” ujar Shayne.

Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Shayne Pattynama beradaptasi dengan kehidupan dan budaya sepak bola di Indonesia, sekaligus memperkuat kedekatannya dengan rekan-rekan setim di dalam dan luar lapangan.