Momen Bobotoh Rusuh usai Persib Bandung Takluk dari Ratchaburi dan Tersingkir ACL Two

Bola2026-02-19 10:38:55
OlehMuhammad Daffa Satrio
Diperbaharui 19 Feb 2026, 10:38 WIB
Diterbitkan19 Feb 2026, 10:38 WIB

Kerusuhan mewarnai laga Persib Bandung kontra Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026), ketika puluhan Bobotoh turun ke lapangan mengejar wasit dan melempar air kemasan.

Situasi panas ini cepat diredam oleh pemain Persib bersama steward yang menenangkan suporter dan mengarahkan mereka kembali ke tribun, mencegah insiden lebih besar.

Tekanan, emosi, dan drama suporter menjadi sorotan utama, menunjukkan intensitas tinggi pertandingan hidup-mati yang penuh tekanan di kandang sendiri.

Persib Bandung harus menerima kenyataan pahit meski tampil penuh semangat di kandang sendiri, kemenangan di lapangan tak cukup untuk mengubah nasib agregat.

Hasil pertandingan, Persib kalah 0-1 dari Ratchaburi FC, sehingga agregat berakhir 3-1 untuk klub Thailand, membuat Maung Bandung gagal melaju ke babak berikutnya.

Persib sempat nyaris unggul cepat pada menit keenam, namun gol Berguinho dianulir karena offside, sementara Andrew Jung berhasil membobol gawang Ratchaburi pada menit ke-39.

Laga makin sulit ketika Uilliam Barros diusir wasit, memaksa Persib bermain dengan 10 pemain, sehingga strategi serangan mereka kesulitan berkembang di babak kedua.

Ratchaburi FC tampil lebih santai di babak kedua, mengandalkan serangan balik dan set-piece, sementara Persib kesulitan menembus pertahanan lawan meski menciptakan beberapa peluang emas.

Kemenangan tipis Persib 1-0 tidak cukup untuk membalikkan agregat, meninggalkan rasa kecewa mendalam bagi Bobotoh yang sempat emosi di tribun dan lapangan.

Situasi ini menegaskan bahwa tekanan, emosi, dan hasil agregat menjadi faktor penentu di laga hidup-mati AFC Champions League Two, menunjukkan drama sepak bola yang tak selalu sejalan dengan euforia kemenangan di lapangan.