Ole Romeny Mandul di Oxford United, Menit Bermain Minim dan Gol Tak Kunjung Datang
Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, menjalani musim yang berat bersama Oxford United pada kompetisi 2025/2026. Hingga pertengahan musim, ia belum mencetak gol maupun assist dalam 14 pertandingan resmi. Situasi ini langsung menjadi sorotan menjelang pengumuman skuad Timnas Indonesia pada Maret mendatang.
Minimnya kontribusi Romeny tidak lepas dari waktu bermain yang sangat terbatas. Penyerang berusia 25 tahun itu lebih sering masuk sebagai pemain pengganti pada akhir babak kedua. Total menit bermainnya baru mencapai 363 menit sepanjang musim ini.
Kesempatan yang terbatas membuat Romeny kesulitan mendapatkan ritme permainan. Seorang striker membutuhkan kontinuitas untuk menjaga ketajaman. Peran sebagai pelapis membuat peluang mencetak gol menjadi sangat minim.
Posisinya di lini depan kalah bersaing dengan Will Lankshear. Striker muda pinjaman dari Tottenham Hotspur itu justru tampil tajam. Lankshear menjadi top skor sementara tim dengan enam gol musim ini.
Perbedaan performa itu membuat peluang Romeny untuk menjadi starter semakin kecil. Pelatih lebih mengandalkan pemain yang sedang dalam kondisi tajam. Situasi tersebut membuat namanya semakin jarang masuk susunan pemain utama.
Masalah tidak hanya terjadi pada sektor penyerang. Oxford United juga menjalani musim yang sulit di EFL Championship. Tim masih terjebak di papan bawah klasemen dengan koleksi 28 poin dari 32 pertandingan.
Tekanan terhadap tim semakin besar setelah hasil buruk terus berlanjut. Pergantian pelatih dari Gary Rowett ke Matt Bloomfield belum membawa perubahan signifikan. Oxford United juga tersingkir dari putaran keempat Piala FA.
Situasi ini menjadi perhatian jelang pemanggilan Timnas Indonesia pada Maret. Pelatih John Herdman membutuhkan pemain yang tidak hanya bugar, tetapi juga memiliki match fitness dari menit bermain reguler di klub.
Masalahnya, bukan hanya Romeny yang mengalami musim sulit. Ramadhan Sananta tidak selalu menjadi starter di DPMM FC, sementara Mauro Zijlstra masih beradaptasi setelah pindah ke Persija Jakarta.
Minimnya menit bermain para striker membuat lini depan Timnas Indonesia berada dalam situasi yang tidak ideal. Ketajaman di level klub akan sangat menentukan pilihan pelatih. Pengumuman skuad Maret nanti pun menjadi momen penting bagi nasib Romeny dan para penyerang lainnya.