Curhat James Trafford: Dari Starter Hanya Jadi Pelapis Donnarumma di Manchester City
James Trafford mengungkapkan kekecewaannya setelah harus menerima peran sebagai pelapis di Manchester City usai kedatangan Gianluigi Donnarumma pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2025. Situasi ini terjadi di tengah ambisinya untuk menjadi kiper utama dan berdampak pada menit bermainnya di kompetisi domestik maupun Eropa.
Kiper berusia 23 tahun itu kembali ke Manchester City dari Burnley dengan nilai transfer 31 juta pounds pada Juli lalu. Ia sempat tampil sebagai starter dalam tiga pertandingan awal Liga Inggris sebelum dinamika berubah drastis.
Perubahan terjadi ketika Manchester City mendatangkan Gianluigi Donnarumma dari Paris Saint-Germain. Kedatangan kiper timnas Italia tersebut langsung menggeser posisi Trafford dari pilihan utama menjadi cadangan.
Trafford mengaku situasi ini tidak ia perkirakan sejak awal kembali ke Etihad Stadium. Ia datang dengan harapan memainkan peran penting dalam skuad asuhan Pep Guardiola.
Menurut Trafford, tidak ada janji khusus soal status kiper utama saat proses kepulangannya. Rencana awal memang berbeda dari kenyataan yang kini harus ia jalani.
Sejak Donnarumma bergabung, kesempatan bermain Trafford terbatas di ajang piala domestik dan satu laga Liga Champions melawan Bayer Leverkusen. Kondisi ini membuatnya harus bersabar menunggu peluang berikutnya.
Minimnya menit bermain berpotensi memengaruhi peluang Trafford di tim nasional Inggris. Persaingan menuju skuad Piala Dunia FIFA semakin ketat dengan banyaknya kiper yang tampil reguler di klub masing-masing.
Meski demikian, Trafford memilih fokus pada hal yang bisa ia kendalikan. Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja keras setiap hari dan siap tampil maksimal saat dipercaya bermain.
Ia menyadari publik dan pelatih timnas mengetahui situasinya di level klub. Setiap kesempatan yang datang harus dimaksimalkan demi menjaga reputasi dan peluang internasional.
Bagi Trafford, kondisi ini menjadi bagian dari proses pendewasaan dalam karier profesionalnya. Ia menatap masa depan dengan sikap realistis sambil terus berusaha membuktikan kualitasnya di Manchester City.