Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, membeberkan sejumlah faktor yang menyebabkan timnya kalah 0-2 dari Arema FC pada laga pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026) malam WIB. Meski mendominasi penguasaan bola dan mendapat dukungan puluhan ribu suporter, Persija gagal memanfaatkan keunggulan tersebut menjadi gol. Arema FC justru tampil efektif dan mencetak dua gol melalui Gabriel Silva pada menit ke-82 dan 90+11. Menurut Mauricio Souza, persoalan utama Persija sudah terlihat sejak babak pertama. Ia menilai anak asuhnya tidak maksimal dalam memanfaatkan ruang yang diberikan lawan. "Di babak pertama kami tidak mampu memanfaatkan ruang yang diberikan Arema FC, padahal kami sudah mengetahui area mana yang harus dieksploitasi," ujar Souza dalam konferensi pers seusai pertandingan. Souza menambahkan, meski para pemain kerap menerima bola di area yang diinginkan, kualitas pengambilan keputusan dan eksekusi justru belum sesuai harapan. "Kami menerima bola di area tersebut, tetapi keputusan dan kualitas teknis justru sedikit merugikan tim kami di babak pertama," jelasnya. Memasuki babak kedua, pelatih berusia 50 tahun itu melakukan perubahan dengan menukar peran Alaeddine Ajaraie dan Maxwell Souza. Alaeddine yang sebelumnya beroperasi sebagai penyerang lubang digeser ke posisi winger kiri, sementara Maxwell dimainkan sebagai second striker untuk mendukung Gustavo Almeida. "Di babak kedua saya menukar posisi Maxwell dengan Alaeddine. Kami bermain jauh lebih baik dan mulai menguasai pertandingan sepenuhnya," kata Souza. Perubahan tersebut membuat Persija lebih menekan. Arema FC disebut lebih banyak bertahan dan mengandalkan umpan-umpan panjang untuk melancarkan serangan balik. "Mereka lebih sering keluar dengan bola panjang untuk mencoba serangan balik, sementara kami terus berada di area pertahanan lawan dan berusaha mencetak gol," tuturnya. Namun, Souza mengakui bahwa kelengahan saat transisi dari menyerang ke bertahan menjadi faktor krusial yang berujung pada dua gol Arema FC. "Dalam salah satu situasi transisi, kami tidak berada pada posisi yang baik saat menyerang sambil bertahan, sehingga memberikan ruang bagi mereka untuk melakukan serangan balik dan mencetak gol," ucapnya. Meski menilai performa timnya membaik di babak kedua, Souza tidak menampik bahwa babak pertama Persija jauh dari standar yang diharapkan. "Babak kedua sebenarnya sangat bagus meskipun kami kebobolan. Namun, babak pertama memang jauh dari harapan," pungkas Mauricio Souza.
03:52
05:00
01:26
05:00
07:26
03:26
03:43
05:00
01:51
02:03