Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares mengungkapkan rasa kecewa setelah Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan saat menghadapi Dewa United. Laga yang digelar pada Minggu (1/2/2026) itu harus berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil tersebut terasa mengecewakan bagi tim Bajul Ijo karena mereka memiliki keuntungan besar sejak babak pertama. Bek Dewa United, Nick Kuipers, harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah diganjar kartu merah oleh wasit. Keunggulan jumlah pemain seharusnya membuka peluang bagi Persebaya untuk tampil lebih dominan. Namun, Bruno Moreira dan rekan-rekannya kesulitan memaksimalkan situasi tersebut menjadi gol tambahan. Persebaya memang lebih sering menguasai bola dan menekan pertahanan lawan. Sayangnya, sejumlah peluang yang tercipta gagal diselesaikan dengan baik hingga pertandingan berakhir. Bernardo Tavares menilai tempo permainan timnya masih belum optimal saat menghadapi lawan yang bermain dengan 10 pemain. Menurutnya, aliran bola yang kurang cepat membuat Dewa United mampu menutup ruang dengan efektif. Selain itu, penyelesaian akhir menjadi catatan penting dalam laga tersebut. Beberapa kesempatan emas terbuang karena keputusan di sepertiga akhir lapangan dinilai kurang tepat. Di sisi lain, Dewa United menunjukkan disiplin tinggi meski bermain dengan kekurangan pemain. Mereka mampu menjaga organisasi pertahanan dan memanfaatkan celah untuk tetap mengancam. Hasil imbang ini membuat Persebaya gagal mendulang poin penuh di kandang sendiri. Situasi tersebut turut memengaruhi posisi tim di papan klasemen sementara Liga 1. Bernardo Tavares menegaskan hasil ini harus menjadi bahan evaluasi bagi timnya. Ia menilai Persebaya seharusnya bisa tampil lebih efektif saat berada dalam kondisi unggul. Ke depan, Persebaya dituntut segera berbenah agar tidak kembali kehilangan poin pada laga-laga berikutnya. Konsistensi permainan dan ketajaman lini depan menjadi fokus utama untuk memperbaiki hasil.
04:24
01:15
02:01
05:00
04:34
05:17
02:44
03:08
05:00
05:00