John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. PSSI memperkenalkan pelatih asal Inggris tersebut dalam jumpa pers yang digelar di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026) pagi. Herdman tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB bersama jajaran pengurus PSSI. Kehadirannya disambut antusias awak media yang memenuhi ruang konferensi pers. Dengan senyum ramah, Herdman menyapa para jurnalis sebelum sesi dimulai. Dalam pernyataannya, Herdman mengaku antusias memulai petualangan baru bersama sepak bola Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki kultur sepak bola yang kuat dan basis suporter yang luar biasa besar. "Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga. Ini negara baru, budaya baru, dan memiliki penggemar sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia," ujar Herdman. Pelatih berusia 50 tahun itu juga menyampaikan apresiasi kepada PSSI dan jajaran Exco atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menakhodai Timnas Indonesia. "Terima kasih kepada PSSI dan seluruh jajaran yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia," ucapnya. Salah satu tantangan utama yang disoroti Herdman adalah bagaimana menyatukan potensi pemain diaspora dengan talenta lokal yang dimiliki Indonesia. Ia menegaskan tidak ingin terjebak pada perbedaan latar belakang pemain. "Bagi saya, saya tidak melihat paspor. Saya melihat peluang. Keberagaman ini harus diterima sebagai kekuatan besar bagi Garuda," tegasnya. Herdman juga menyadari ekspektasi tinggi yang melekat pada Timnas Indonesia, terutama setelah upaya lolos ke Piala Dunia 2026 yang sempat terbuka namun belum terwujud. Menurutnya, tekanan adalah bagian dari tugas seorang pelatih tim nasional. "Tentu ada tekanan. Anda memimpin sebuah tim dan membawa beban sebuah bangsa. Beban itu bisa menjadi kutukan atau justru berkah," kata Herdman. Ia optimistis tekanan tersebut bisa diolah menjadi energi positif bagi tim. Pengalamannya membawa sebuah negara mencatat sejarah menjadi modal penting dalam perjalanan barunya bersama Indonesia. "Saya pernah berada di momen ketika sebuah negara berhenti sejenak karena lolos untuk pertama kalinya. Saya pernah mengalami itu, dan pengalaman itu akan saya bagikan kepada para pemain," tuturnya. PSSI mengontrak John Herdman selama dua tahun untuk menukangi Timnas Indonesia. Dalam kesepakatan tersebut, terdapat opsi perpanjangan kontrak dua tahun berikutnya sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Piala Dunia 2030. Penunjukan Herdman diharapkan menjadi awal baru bagi Timnas Indonesia dalam membangun fondasi kuat, konsisten, dan berdaya saing di level internasional.
05:00
05:00
00:52
03:34
22:31
05:00
03:40
02:07
05:00
05:00