Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, melontarkan evaluasi jujur terhadap performa timnya usai kalah dari Persita Tangerang 2-0 dalam lanjutan laga BRI Super League 2025/2026. Pelatih asal Brasil tersebut menilai anak asuhnya sama sekali tidak pantas mendapatkan hasil positif di laga yang dimainkan di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (9/1/2026) sore WIB. "Jujur saja, hari ini kami sama sekali tidak layak dengan pertandingan ini," ujar Fabio Lefundes dalam sesi konferensi pers setelah laga. Meski begitu, Fabio menegaskan persaingan di papan klasemen masih terbuka. Ia menyebut sejumlah tim pesaing seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, hingga Malut United masih berada dalam jarak poin yang memungkinkan perubahan posisi. "Kalau bicara klasemen, semuanya masih terbuka. Persib, Persija, dan Malut United juga ada di bawah kami. Banyak hal masih bisa terjadi," jelasnya. Fabio mengakui target pribadinya adalah membawa Borneo FC menutup putaran pertama kompetisi di papan atas klasemen. Namun, ia menekankan target tersebut harus dibuktikan lewat performa di lapangan. "Kalau saya harus memilih, saya ingin menutup putaran pertama di papan atas. Tapi itu harus dibuktikan di pertandingan-pertandingan ke depan," tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Fabio juga menyinggung beberapa mantan anak asuhnya yang kini mencetak gol ke gawang Borneo FC. Salah satunya adalah Javlon, yang menurut Fabio pernah ia beri kepercayaan bermain di posisi berbeda. "Soal Javlon, dari satu sisi saya sedih karena dia mencetak gol ke gawang Borneo. Tapi di sisi lain saya juga senang. Artinya, kesempatan yang pernah saya berikan sekarang terlihat hasilnya," ujarnya. Fabio turut mengaitkan situasi tersebut dengan pengalaman serupa ketika Malik Risaldi mencetak gol di menit akhir saat menghadapi Persebaya. Ia menyebut telah mengikuti perjalanan karier Malik sejak terdegradasi bersama Persela Lamongan hingga berkembang di Madura United. "Itulah sepak bola. Saya pertama kali melihat Malik saat dia degradasi bersama Persela, lalu saya bawa ke Madura United," kata Fabio. Menatap sisa musim, Fabio menegaskan Borneo FC masih memiliki 16 pertandingan tersisa untuk memperbaiki posisi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi dan mental juara jika ingin bersaing hingga akhir kompetisi. "Seperti yang dikatakan Muhammad Sihran, kita harus tegakkan kepala. Masih ada 16 pertandingan lagi," ucapnya. Fabio menutup dengan pesan tegas soal ambisi juara. Menurutnya, keberuntungan tidak bisa dijadikan sandaran utama dalam perjalanan panjang sebuah kompetisi. "Kalau kita ingin juara, jangan kasih kendor. Kita mungkin bisa beruntung satu atau dua kali, tapi tidak mungkin beruntung 16 kali," pungkasnya.
05:00
05:00
02:21
05:00
01:54
01:55
02:52
05:00
05:00
05:00