John Herdman dipastikan menjadi nama yang paling dibicarakan dalam kancah sepak bola Indonesia jelang pergantian pelatih nasional. Berdasarkan data dari Transfermarkt, eks pelatih Timnas Kanada itu memiliki win rate lebih tinggi daripada dua pelatih asing yang pernah menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, sebelum meneken kontrak dengan Timnas Merah-Putih. Selama karier kepelatihannya sebelum menangani Timnas Indonesia, Herdman telah memimpin 108 pertandingan saat menukangi Timnas Kanada senior, Timnas U-23 Kanada, dan Toronto FC di Liga Kanada. Dari jumlah itu, pria asal Consett, Inggris, itu mencatat 54 kemenangan, 13 hasil imbang, serta 41 kekalahan, menghasilkan win rate mencapai 50 persen dan rata-rata 1,62 poin per laga. Performa ini menempatkan Herdman di posisi solid sebagai arsitek yang punya catatan kompetitif. Ketika dibandingkan dengan Shin Tae-yong, catatan win rate Herdman jelas unggul. Shin, yang menangani berbagai tim seperti Seongnam Ilhwa Chunma, Timnas Korea Selatan dan sejumlah tim yunior, mengumpulkan 251 laga sebelum menangani Timnas Indonesia, dengan win rate 42,23 persen. Sementara itu, Patrick Kluivert memiliki statistik yang lebih baik ketimbang Shin, tetapi tetap di bawah Herdman. Eks striker Belanda itu mengoleksi 37 kemenangan atau win rate 46,25 persen dalam kariernya sebagai pelatih, termasuk saat menangani FC Twente II, Timnas Curacao, dan Adana Demirspor. Namun perlu dicatat, sebagian besar kemenangan Kluivert diraih bersama Twente II di kompetisi tingkat U-21. Statistik ini membuat Herdman menjadi figur yang menarik jelang era barunya di sepak bola Indonesia. Setelah kabar resmi mengenai penunjukannya sebagai pelatih Timnas Indonesia dan Timnas U-23, pria berusia 50 tahun ini diproyeksikan menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2029. Media Kanada Waking the Red melaporkan bahwa Herdman akan menerima bayaran sekitar 40 ribu dolar AS per bulan (sekitar Rp667 juta), atau total 960 ribu dolar AS (Rp16 miliar) untuk dua tahun masa kontraknya bersama federasi. Ekspektasi besar kini mengiringi langkah Herdman. Dengan statistik win rate yang lebih tinggi dari pelatih sebelumnya, harapan publik Indonesia terhadap era barunya tergolong tinggi. Tak sekadar statistik, Herdman dikenal sebagai pelatih yang piawai dalam memaksimalkan potensi pemain dan membangun struktur tim yang disiplin. Perbandingan statistik seperti ini memberikan gambaran awal mengenai apa yang bisa diharapkan dari sang pelatih di depan. Meski kompetisi di Asia Tenggara dan level kualifikasi Piala Dunia berbeda dengan panggung internasional Kanada, pengalaman dan catatan Herdman tetap menjadi alasan kuat mengapa sepak bola Indonesia menaruh harapan besar di bawah asuhannya.
02:03
01:54
05:00
05:00
02:14
01:51
05:00
05:00
05:00
05:00