Nama Kiandra Ramadhipa tengah menjadi sorotan publik pecinta balap Tanah Air setelah mencatatkan prestasi sensasional di European Talent Cup. Pada balapan yang digelar di sirkuit Eropa musim ini, pebalap muda Indonesia tersebut mampu finis pertama meski memulai balapan dari posisi start ke-24, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas, mental juara, serta daya juang tinggi di level internasional. Prestasi tersebut tidak datang secara instan. Ketertarikan Kiandra pada dunia balap tumbuh sejak usia dini, dipengaruhi langsung oleh lingkungan keluarga. Sang ayah, yang memiliki latar belakang sebagai pebalap tingkat nasional, menjadi figur sentral yang mengenalkan dunia balap sekaligus membentuk disiplin, mental bertanding, dan konsistensi latihan Kiandra sejak kecil. Perjalanan karier Kiandra dimulai dari balap sepeda BMX, mengikuti jejak sang kakak. Pada usia 4 tahun, ia mulai mencoba motocross mini dan setahun kemudian sudah turun di ajang balapan. Pengalaman di lintasan tanah ini menjadi fondasi penting dalam membentuk keberanian, kontrol motor, dan insting balap sebelum beralih ke lintasan aspal. Memasuki usia 7 tahun, Kiandra mulai menekuni Mini GP, menandai peralihannya ke dunia road race. Proses adaptasi dari motocross ke balap aspal menghadirkan tantangan teknis yang tidak ringan, mulai dari pemahaman racing line, pengereman, hingga konsistensi fisik, namun Kiandra mampu menunjukkan perkembangan signifikan. Titik balik karier Kiandra terjadi pada 2022, saat ia berhasil lolos seleksi Astra Honda Racing School di usia 12 tahun. Program pembinaan ini menilai tidak hanya kemampuan balap di atas motor, tetapi juga aspek fisik, sikap profesional, pemahaman regulasi balap, hingga kemampuan akademik seperti bahasa Inggris sebagai bekal tampil di level internasional. Perkembangan Kiandra pun terbilang pesat setelah menjalani pembinaan tersebut. Pada 2023, ia naik kelas dengan tampil di Honda Thailand Talent Cup, sebelum akhirnya melangkah ke kejuaraan Asia pada 2024. Di kelas Asia Production 250, Kiandra menunjukkan performa kompetitif dan konsistensi sebagai pebalap muda Indonesia. Momen tangis Kiandra di podium Catalunya menjadi simbol emosional dari perjalanan panjang tersebut. Air mata itu merepresentasikan kerja keras sejak usia belia, pengorbanan keluarga, serta tekanan besar beradaptasi dengan atmosfer balap Eropa yang memiliki standar dan persaingan sangat tinggi. Kini, Kiandra Ramadhipa digadang-gadang sebagai salah satu wonderkid balap motor Indonesia yang memiliki peluang besar menembus pentas balap dunia. Dengan usia yang masih muda, pengalaman internasional yang terus bertambah, serta mental bertanding yang telah teruji, Kiandra dinilai memiliki modal kuat untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah global.
02:03
01:54
05:00
05:00
02:14
01:51
05:00
05:00
05:00
05:00