Loading iframe...

Spektakuler! Desa di Solo Disulap Jadi Kampung Pesta Piala Dunia 2026

Bola 14 Jun 2026, 18:00 WIB

Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya terasa di Amerika Utara sebagai tuan rumah penyelenggara. Antusiasme juga terlihat di Surakarta, Jawa Tengah, melalui kehadiran "Desa Piala Dunia" yang menjadi pusat perayaan para pencinta sepak bola sejak Sabtu (13/6/2026).

Ratusan warga memadati kawasan tersebut untuk menikmati berbagai dekorasi bertema sepak bola. Puluhan bendera negara peserta menghiasi sepanjang area dan menciptakan suasana layaknya festival olahraga internasional.

Perayaan semakin meriah dengan pawai para penggemar yang mengenakan atribut tim favorit masing-masing. Iringan musik, nyanyian, dan sorak-sorai turut mewarnai kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat.

Penggagas Desa Piala Dunia, Haristanto, mengatakan konsep tersebut dibuat untuk menghadirkan atmosfer turnamen kepada masyarakat. Ia berharap warga dapat menikmati kegembiraan dan semangat sepak bola dunia secara bersama-sama.

Kawasan itu juga dirancang sebagai ruang interaksi bagi para penggemar. Pengunjung dapat berfoto dengan latar puluhan bendera peserta serta menikmati berbagai aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola.

Kehadiran 48 bendera negara peserta menjadi simbol edisi terbesar sepanjang sejarah turnamen. Format baru yang melibatkan 48 tim membuat perhelatan kali ini terasa lebih istimewa dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Haristanto juga berharap wakil-wakil Asia mampu berbicara banyak dalam turnamen kali ini. Dukungan tersebut menjadi bentuk kebanggaan terhadap perkembangan sepak bola di kawasan Asia.

Meski Indonesia belum berhasil lolos ke putaran final, semangat masyarakat tetap membara. Banyak penggemar mengaku tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dan mendukung pesta sepak bola dunia.

Perayaan Desa Piala Dunia sekaligus menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola. Turnamen internasional selalu mampu menyatukan berbagai kalangan melalui semangat sportivitas dan kebersamaan.

Pengibaran 48 bendera peserta dijadwalkan berlangsung hingga 13 Juli 2026, bertepatan dengan berakhirnya turnamen. Selama periode tersebut, Desa Piala Dunia di Solo diperkirakan akan terus menjadi destinasi favorit para penggemar sepak bola.

Oleh Muhammad Daffa Satrio Diperbaharui 14 Jun 2026, 18:00 WIB
Diterbitkan 14 Jun 2026, 18:00 WIB