Loading iframe...

Raymond/Joaquin Akui Indonesia Open 2026 Sangat Kejam: Dari Babak Awal Sudah Berat!

Bola 08 Jun 2026, 07:35 WIB

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus mengubur mimpi meraih gelar Indonesia Open 2026 setelah kalah dari pasangan Malaysia pada partai final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Raymond/Nikolaus takluk dalam tiga gim dengan skor 13-21, 21-18, dan 10-21. Meski gagal membawa pulang gelar, pasangan muda Indonesia tersebut mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari turnamen level Super 1000 tersebut.

Menurut Raymond dan Nikolaus, salah satu perbedaan terbesar antara Indonesia Open dan turnamen level yang lebih rendah terletak pada kualitas lawan yang merata sejak babak awal hingga final.

Mereka menilai setiap pasangan yang tampil di ajang Super 1000 memiliki kualitas kelas dunia sehingga tidak ada pertandingan yang mudah untuk dijalani.

"Di level seperti Super 1000, kualitas lawan dari babak pertama sampai final benar-benar tinggi. Semua pemain yang tampil sudah memiliki kualitas dunia," ujar Raymond dan Nikolaus.

Mereka menjelaskan bahwa situasi tersebut berbeda dengan turnamen level bawah yang biasanya masih diikuti pemain-pemain yang sedang memburu poin ranking atau mencari pengalaman bertanding.

Karena itu, setiap pertandingan di Indonesia Open menuntut konsistensi dan kualitas permainan terbaik. Sedikit saja kehilangan fokus, lawan mampu memanfaatkan situasi untuk mengambil alih kendali pertandingan.

Selain membahas kualitas kompetisi, Raymond juga menanggapi fakta bahwa Indonesia belum mampu meraih gelar ganda putra Indonesia Open dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mengaku tidak mengetahui statistik tersebut sebelum pertandingan final berlangsung.

"Saya baru tahu informasi itu hari ini. Selama pertandingan kami tidak memikirkan soal sudah berapa tahun Indonesia belum juara. Fokus kami hanya bagaimana memenangkan pertandingan," kata Raymond.

Ia menegaskan bahwa dirinya dan Nikolaus tidak merasa terbebani oleh catatan tersebut. Keduanya lebih memilih berkonsentrasi penuh pada strategi dan usaha untuk meraih kemenangan di lapangan.

Meski harus puas sebagai runner-up, penampilan Raymond/Nikolaus di Indonesia Open 2026 menjadi sinyal positif bagi regenerasi sektor ganda putra Indonesia. Keberhasilan menembus final turnamen Super 1000 menunjukkan potensi besar yang dimiliki pasangan muda tersebut untuk bersaing di level elite dunia pada masa mendatang.

Oleh Muhammad Iqbal Ichsan Diperbaharui 08 Jun 2026, 07:35 WIB
Diterbitkan 08 Jun 2026, 07:35 WIB