Loading iframe...

Raymond/Joaquin Gagal Juara Indonesia Open 2026, Akui Malaysia Tampil Lebih Baik

Bola 08 Jun 2026, 07:10 WIB

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus puas menjadi runner-up Indonesia Open 2026 setelah kalah dari pasangan Malaysia pada laga final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Raymond/Nikolaus menyerah dalam pertarungan tiga gim dengan skor 13-21, 21-18, dan 10-21. Kekalahan tersebut membuat Indonesia kembali gagal menambah gelar dari sektor ganda putra pada edisi kali ini.

Usai pertandingan, keduanya menyampaikan apresiasi kepada para pencinta bulutangkis Indonesia yang memenuhi Istora dan memberikan dukungan sepanjang turnamen.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh badminton lovers yang sudah mendukung kami malam ini. Dukungan yang diberikan luar biasa dan sangat berarti bagi kami," ujar Raymond dan Nikolaus.

Meski gagal menjadi juara, pasangan muda Indonesia itu menilai mereka sudah mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan. Namun, mereka mengakui lawan tampil lebih konsisten dalam mengendalikan pertandingan, terutama saat momentum sedang berpihak.

Pada gim kedua, Raymond/Nikolaus sempat berada dalam posisi unggul cukup nyaman. Namun, pasangan Malaysia mampu mencetak delapan poin beruntun dan membalikkan tekanan di momen krusial pertandingan.

Nikolaus menilai lawan sangat piawai membaca situasi di lapangan. Menurutnya, setiap kali mendapatkan beberapa poin beruntun, pasangan Malaysia langsung meningkatkan kepercayaan diri dan semakin sulit dihentikan.

"Mereka sangat baik dalam memanfaatkan momentum. Saat kami masih mencari solusi, mereka justru terus menambah poin dan mengontrol permainan," kata Nikolaus.

Hal senada disampaikan Raymond. Ia menilai dirinya dan Nikolaus perlu belajar lebih sabar ketika menghadapi situasi sulit dalam pertandingan level tertinggi.

"Kami harus lebih tenang ketika momentum tidak berpihak kepada kami. Itu menjadi bahan evaluasi yang penting untuk ke depannya," ujar Raymond.

Di akhir pernyataannya, Raymond/Nikolaus juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum mampu mempersembahkan gelar juara di hadapan publik sendiri. Meski demikian, mereka berharap dukungan para suporter tetap mengalir untuk perjalanan karier mereka pada turnamen-turnamen berikutnya.

Hasil ini menjadi pengalaman berharga bagi Raymond/Nikolaus yang terus menunjukkan perkembangan positif dan berpeluang menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor ganda putra pada masa mendatang.

Oleh Muhammad Iqbal Ichsan Diperbaharui 08 Jun 2026, 07:10 WIB
Diterbitkan 08 Jun 2026, 07:10 WIB