Loading iframe...

Jojo Mau Rehat dari Bulutangkis, Pengakuan Jujur Usai Indonesia Open 2026

Bola 07 Jun 2026, 21:20 WIB

Jonatan Christie mengungkapkan keinginannya untuk mengambil jeda sejenak dari dunia bulutangkis setelah menuntaskan perjuangannya di Indonesia Open 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah ia finis sebagai runner-up usai kalah dari wakil Kanada, Victor Lai, pada final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Meski masih ada sejumlah agenda besar yang menanti, seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games, Jonatan merasa perlu memberi ruang bagi dirinya untuk memulihkan kondisi mental setelah menjalani jadwal kompetisi yang padat dalam beberapa bulan terakhir.

"Saat ini mungkin fokus saya adalah menenangkan pikiran terlebih dahulu. Saya ingin menjauh sejenak dari dunia bulutangkis untuk mendapatkan ketenangan dan membersihkan pikiran setelah rangkaian pertandingan yang cukup panjang," ujar Jonatan.

Pebulutangkis yang akrab disapa Jojo itu menegaskan keputusannya bukan berarti mengurangi ambisi di level tertinggi. Setelah beristirahat, ia berencana kembali fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen-turnamen penting yang masih tersisa sepanjang musim 2026.

Selain membahas rencana pribadinya, Jonatan juga menyoroti perkembangan persaingan sektor tunggal putra dunia yang menurutnya semakin ketat dibanding beberapa tahun lalu.

Menurut peraih medali emas Asian Games 2018 itu, kualitas pemain kini jauh lebih merata. Negara-negara yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan kini mampu melahirkan atlet yang sanggup bersaing di level elite dan menjadi ancaman di turnamen besar.

"Kalau melihat peta persaingan sekarang, kualitas pemain semakin merata. Banyak pemain yang sangat bagus dan beberapa negara berkembang sangat pesat. Itu bagus untuk perkembangan bulutangkis dunia," kata Jonatan.

Namun, kondisi tersebut juga membuat persaingan semakin berat bagi para pemain papan atas.

"Di sisi lain, kami harus bekerja lebih keras lagi karena persaingan sekarang semakin ketat dan semakin kompetitif," lanjutnya.

Pernyataan Jonatan menunjukkan bahwa tantangan di sektor tunggal putra tidak lagi hanya datang dari negara-negara tradisional seperti Indonesia, China, Jepang, atau Denmark. Munculnya kekuatan baru membuat setiap turnamen menghadirkan persaingan yang lebih terbuka.

Setelah mengambil waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri, Jonatan diperkirakan akan kembali mempersiapkan diri untuk memburu hasil terbaik pada ajang-ajang besar yang masih menanti sepanjang tahun ini.

Oleh Muhammad Iqbal Ichsan Diperbaharui 07 Jun 2026, 21:20 WIB
Diterbitkan 07 Jun 2026, 21:20 WIB