Loading iframe...

Cerita Universitas Surakarta, Kampus Rumah Para Atlet: Alumninya Banyak Pemain Timnas Indonesia!

Bola 26 May 2026, 19:00 WIB

Universitas Surakarta (UNSA) dikenal sebagai salah satu kampus yang memiliki hubungan erat dengan dunia olahraga, khususnya sepak bola. Kampus yang dulu bernama ASMI itu telah melahirkan banyak atlet nasional hingga pemain Timnas Indonesia lintas generasi.

Dalam perbincangan bersama legenda Timnas Indonesia Rochy Putiray dan Rektor Dr. Arya Surendra, S.Sos., S.E., M.M., terungkap bagaimana UNSA menjadi rumah bagi para atlet sejak era Galatama.

Arya Surendra menjelaskan identitas olahraga di UNSA sudah dibangun sejak masa pendirian kampus oleh almarhum Prof. Brojo. Menariknya, cabang olahraga pertama yang berkembang di kampus tersebut bukan sepak bola, melainkan tinju.

Setelah itu, UNSA berkembang ke berbagai cabang olahraga lain seperti voli, futsal, sepak bola hingga MMA. Kedekatan UNSA dengan sepak bola semakin kuat ketika almarhum Prof. Brojo menjadi manajer klub Galatama Arsito Solo pada era 1990-an.

Dari situlah banyak pemain Arsito Solo akhirnya berkuliah di ASMI yang kemudian berubah menjadi Universitas Surakarta. Salah satu alumninya adalah Rochy Putiray yang mengaku awalnya tidak terlalu memahami pentingnya pendidikan karena fokus mengejar karier sepak bola.

Namun, seiring bertambahnya usia, Rochy mulai sadar bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk cara berpikir dan kehidupan seseorang. Ia bahkan mengungkapkan dirinya berasal dari keluarga sederhana dengan 14 bersaudara dan menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana.

Bagi Rochy, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan besar bagi orang tua dan keluarganya. Selain mendapatkan pendidikan formal, ia juga merasa banyak belajar soal kehidupan selama berada di UNSA.

Rochy mengaku kampus tersebut mengajarkannya soal kedisiplinan, menghargai orang lain, hingga bagaimana hidup bisa bermanfaat bagi banyak orang. UNSA sendiri diketahui telah melahirkan banyak nama besar sepak bola Indonesia seperti Edy Chong, Nasrul Koto, Agung Setiabudi, hingga Junaidi Jamil.

Selain itu, ada juga sejumlah pemain muda yang kini memperkuat Timnas kelompok umur Indonesia. Kampus tersebut juga memiliki klub sepak bola sendiri bernama UNSA FC yang kini telah resmi menjadi anggota PSSI.

Arya Surendra menjelaskan UNSA FC mulai berkembang serius sejak resmi terdaftar sebagai anggota PSSI pada 2022. Bahkan, klub tersebut sempat menembus 32 besar nasional Liga 3 dengan mayoritas pemain berasal dari mahasiswa sendiri.

Dalam kesempatan itu, Rochy juga memberikan pesan keras kepada pemain muda Indonesia. Menurutnya, sepak bola modern saat ini membutuhkan pemain pintar yang memiliki kemampuan berpikir cepat, memahami taktik, serta mampu mengambil keputusan dengan baik di lapangan.

Rochy menilai banyak pemain muda Indonesia masih menganggap pendidikan tidak penting. Padahal, menurutnya, pemain lokal akan sulit bersaing dengan pemain naturalisasi jika tidak meningkatkan kualitas diri, terutama dalam hal pemahaman bermain dan kecerdasan berpikir.

Ia menegaskan sepak bola modern bukan hanya soal skill dan fisik. Sepak bola modern juga membutuhkan kecerdasan pemain dalam membaca permainan dan menjalankan instruksi pelatih.

Oleh Abdul Aziz Diperbaharui 26 May 2026, 19:00 WIB
Diterbitkan 26 May 2026, 19:00 WIB