Loading iframe...

Profil Veda Ega Pratama, Dari Wonosari ke Kancah Internasional!

Bola 07 Mar 2026, 14:34 WIB

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, langsung mencuri perhatian dunia balap setelah tampil mengejutkan pada seri pembuka Moto3 2026 di Chang International Circuit, Thailand, Minggu (1/3/2026). Pada balapan debutnya di kelas dunia, Veda finis di posisi kelima, mengoleksi 11 poin pertama musim ini dan menjadi perbincangan hangat di Tanah Air.

Balapan Moto3 di Thailand berlangsung 19 lap penuh tensi tinggi. Veda, yang start dari grid kelima, sempat tercecer di beberapa lap awal karena persaingan ketat di rombongan depan. Namun pada lap keenam, ia berhasil kembali menembus grup perebutan podium, menunjukkan kematangan strategi dan ketenangan di tengah tekanan pembalap-pembalap top dunia.

Duel di lini depan sangat dramatis. David Almansa memenangkan balapan dengan keunggulan tipis hanya 0,003 detik atas Maximo Quiles, sementara Valentin Perrone finis di posisi ketiga. Veda menyentuh garis finis dengan selisih 9,687 detik dari Almansa, membuktikan bahwa ia mampu bersaing ketat di level dunia meskipun baru debut.

Penampilan Veda mendapat sorotan karena ia beberapa kali terlibat duel sengit dan mampu menjaga ritme, memanfaatkan peluang, serta tetap fokus hingga bendera finis. Koleksi 11 poin langsung menjadi awal yang menjanjikan bagi Honda Team Asia di musim Moto3 2026.

Lahir di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, pada 23 November 2008, Veda bukanlah pembalap yang muncul secara instan. Ia tumbuh dari keluarga balap; ayahnya, Sudarmono, adalah mantan pembalap nasional yang mengenalkan dunia balap sejak Veda masih kecil. Sejak usia dini, Veda sudah terbiasa berlatih dan mengasah insting balap, membentuk fondasi kuat menuju karier profesional.

Karier Veda di jalur resmi dimulai melalui Astra Honda Racing School pada 2019. Di sekolah ini, ia belajar teknik balap, strategi, dan mental bertanding. Bakatnya mulai bersinar ketika ia tampil di Asia Talent Cup, menorehkan prestasi luar biasa hingga meraih gelar juara pada 2023, menjadi sejarah baru bagi pembalap Indonesia.

Setelah itu, Veda menambah pengalaman di ajang Asia Road Racing Championship serta Red Bull Rookies Cup, jalur penting bagi pembalap muda yang bercita-cita menembus grand prix. Konsistensi dan kerja kerasnya di lintasan Asia membuatnya layak dipromosikan ke kelas dunia Moto3 pada musim 2026.

Debut kuatnya di Thailand menunjukkan hasil dari proses panjang tersebut. Veda bukan hanya sekadar pembalap muda berbakat, tapi juga harapan baru Indonesia untuk tampil konsisten di panggung balap dunia. Banyak penggemar dan pakar balap melihat potensinya untuk menjadi salah satu pembalap Indonesia yang sukses di level grand prix.

Selain prestasi di lintasan, kepribadian Veda juga mendapat pujian. Ia tampil tenang, disiplin, dan fokus, kualitas yang langka bagi pembalap seusianya. Kombinasi bakat, pengalaman, dan mental kuat membuatnya layak menjadi sorotan musim Moto3 2026.

Hasil ini membuat Veda Ega Pratama menegaskan generasi muda Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Debut di Thailand hanyalah langkah awal, dan publik Tanah Air kini menantikan kiprahnya di seri-seri Moto3 berikutnya. Veda membuktikan bahwa kerja keras, pembinaan yang tepat, dan ketekunan sejak dini bisa menghasilkan prestasi gemilang di level dunia.

Video ini diedit oleh mahasiswa magang, Nur Iman Ali dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Oleh Muhammad Daffa Satrio Diperbaharui 07 Mar 2026, 14:34 WIB
Diterbitkan 07 Mar 2026, 14:34 WIB