Byon Madness 3 Resmi Dibuka, Jalan Menuju Panggung Grand Prix 2026
Byon Madness 3 kembali hadir memanaskan atmosfer tarung bebas nasional. Sebanyak 11 pertarungan akan digelar di Studio 6 Emtek City, Sabtu (28/2/2026), menjadi ajang pembuka musim 2026 sekaligus pijakan awal menuju Grand Prix pada Desember mendatang.
Presiden BYON, Yoshua Marcellos Muliardo, menegaskan ajang ini bukan sekadar pertarungan rutin, melainkan momentum penting bagi para petarung untuk memperbaiki posisi di peringkat.
“Grand Prix pada Desember. Pertama kali kita menyewa tempat yang lebih besar dari Tennis Indoor Senayan. Ini akan jadi tolak ukur karena ada lebih dari 10 negara,” ujarnya saat timbang badan dan konferensi pers, Jumat (27/2/2026).
Grand Prix 2026 dirancang dengan format menantang. Seorang petarung harus memenangi tiga pertarungan dalam satu hari untuk menjadi juara. Karena itu, setiap laga di Byon Madness 3 memiliki arti krusial dalam perebutan ranking di kelas 51, 55, 57, 61, dan 67 kilogram.
Sepanjang penyelenggaraan, Byon Madness dikenal dengan rasio knock-out tinggi, mencapai 80 persen. Lima laga utama pada edisi kali ini akan disiarkan secara eksklusif melalui skema Pay-Per-View di Vidio.
“Semua yang ada di stage ini harus climb up the rankings supaya layak ikut Grand Prix nanti,” tambah Yoshua.
Sejumlah duel menarik siap tersaji. Pertarungan Nelson melawan Dewa Aji menjadi salah satu partai utama yang dinantikan, menyusul rivalitas yang terbangun sejak tantangan terbuka dilontarkan.
Selain itu, laga bertajuk All-Malaysia Showdown antara Kabilan Jelevan dan Kallen Barthez juga menyedot perhatian. Duel dua petarung Malaysia itu membawa misi pembuktian dan kebangkitan setelah hasil sebelumnya.
Dengan kombinasi rivalitas, perebutan ranking, dan ambisi menuju panggung internasional, Byon Madness 3 menjadi gerbang awal dalam perjalanan panjang menuju Grand Prix 2026.