Loading iframe...

VIDEO: Internet Jadi Medan Perang Pemerintah dan Pers

Tekno 22 Jun 2020, 15:30 WIB

Pemimpin redaksi dan CEO Rappler, situs berita daring berbasis di Filipina divonis bersalah atas pencemaran nama baik. Dikhawatirkan putusan ini akan berdampak lebih buruk bagi kebebasan pers dan berpendapat di Filipina terutama dalam ranah internet. Selengkapnya, ikuti laporan VOA.

Oleh Yoga Nugraha Diperbaharui 22 Jun 2020, 10:23 WIB
Diterbitkan 22 Jun 2020, 15:30 WIB